Kepanikan Pasca Viral! Kabag Perlengkapan Setda Lahat Diduga Utus “Kaki Tangan” Gerilya Redam Media, Delikkasus86.com: Kami Tidak Dijual!

DK86- BREAKING NEWS

DELIKKASUS86.COM || LAHAT — Gelombang kepanikan tampaknya mulai melanda internal Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Lahat pasca viralnya pemberitaan jilid pertama terkait mentalitas antikritik sang Kepala Bagian (Kabag). Alih-alih menghadapi pers secara jantan dengan memberikan klarifikasi resmi, oknum pejabat tersebut disinyalir mulai main “kucing-kucingan” dan menggunakan cara-cara gerilya untuk membungkam kemerdekaan pers. (Minggu, 31/05/2026).

 

Informasi yang dihimpun oleh Tim Investigasi Nasional, oknum Kabag Perlengkapan ini diduga kuat telah mengutus beberapa orang kepercayaannya (kaki tangan) untuk melacak, mencari tahu, dan menginterogasi siapa sosok di balik ketajaman jurnalis  Delikkasus86.com. Langkah di bawah permukaan ini dibaca sebagai bentuk kepanikan akut akibat borok birokrasi yang mulai telanjang di mata publik.

 

Trik Murahan “Ngopi Bareng” Modus Klasik Ulur Waktu dan Redam Berita. “Siasat busuk untuk menjinakkan media mulai dilancarkan setelah utusan tersebut berhasil mendapatkan nomor WhatsApp pribadi Investigasi Nasional /awak media Delikkasus86.com. Melalui rentetan pesan dan telepon, kaki tangan sang Kabag berulang kali mengemis waktu untuk bertemu dengan dalih “ingin mengobrol santai sembari ngopi bareng” langsung dengan pejabat yang bersangkutan.

 

Namun, kedok diplomasi warung kopi ini langsung terbongkar melalui pola komunikasi mereka yang plin-plan dan penuh kepalsuan.

 

Skenario Mengulur Waktu.  Di awal komunikasi, utusan tersebut sangat agresif mendesak waktu pertemuan seolah-olah hal itu darurat.

 

Siasat Pembatalan Sepihak. Begitu pihak media menyanggupi dan meluangkan waktu, mereka tiba-tiba membatalkan secara sepihak dengan alasan mendadak.

 

Pola yang Berulang. Anehnya, skenario “minta bertemu lalu mendadak batal” ini dimainkan berkali-kali di hari yang berbeda dengan alasan klise yang sama.

 

Kesimpulan dari trik murahan ini sudah sangat benderang: Oknum Kabag Perlengkapan Setda Lahat hanya ingin mengulur waktu (buying time) guna memetakan gerakan media, meredam tensi, dan berharap agar rilis berita investigasi ini tidak merembet menjadi isu nasional atau diadopsi oleh jaringan media-media besar lainnya.

 

Upaya bergerilya menggunakan kaki tangan ini justru menjadi bumerang yang menegaskan satu hal.” Oknum Kabag Perlengkapan Setda Lahat memang sedang menyembunyikan sesuatu.  Jika seorang pejabat bersih, berintegritas, dan bekerja di atas koridor aturan, mengapa harus ketakutan menghadapi pertanyaan tertulis jurnalis? Mengapa harus mengutus orang untuk melakukan lobi-lobi terselubung?

 

Sikap penakut dan anti-transparansi ini adalah potret buruk birokrasi di Kabupaten Lahat. Gerakan bawah tanah untuk membungkam jurnalis dengan pola-pola seperti ini justru memicu pertanyaan yang jauh lebih besar dan krusial di tengah masyarakat.

 

Pintu Investigasi Dibuka Lebar. Ada Apa di Bagian Perlengkapan?     Media Delikkasus86.com    secara tegas menyatakan “TIDAK AKAN GOYAH,  oleh trik pengalihan isu, lobi-lobi murah, maupun intimidasi terselubung bentuk apa pun. Sesuai mandat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, fungsi kontrol sosial akan tetap berjalan tegak lurus.

 

Jika untuk urusan teknis koordinasi pelayanan publik (seperti masalah kupon bulanan) saja sang Kabag harus panik dan menggunakan taktik “kucing-kucingan”, maka publik berhak mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk masuk dan memeriksa seluruh kebijakan di sana.

 

Tim Investigasi kini resmi memperluas bidikan.  Ada misteri apa di balik tata kelola anggaran pengadaan barang dan jasa, dana taktis, hingga manajemen aset daerah di bawah kekuasaan Kabag Perlengkapan Setda Lahat yang bernilai miliaran rupiah?

 

Genderang perang terhadap pejabat arogan dan korup telah ditabuh. Hingga rilis Jilid 2 ini naik cetak, Kabag Perlengkapan Setda Lahat masih konsisten bersembunyi di balik ketiak para utusannya dan enggan memberikan klarifikasi jantan. Tim Investigasi Nasional Delikkasus86.com bersama aliansi pers lintas media akan terus mengawal kasus ini hingga ke akar-akarnya!

 

Divisi Investigasi Nasional: Amir Makmun, S.T., C.I.L.J – Jurnalis Delikkasus86.com.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *