Jakarta, 4 Mei 2026 — Delikkasus86.com Organisasi masyarakat Madas atau Madura Asli meminta aparat berwenang mengusut tuntas dugaan penganiayaan, pengeroyokan, dan perusakan terhadap warung Madura di kawasan Sumur Batu, Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut diduga bermula dari perselisihan antara seorang pembeli dan penjaga warung terkait biaya administrasi pembayaran menggunakan QRIS Berdasarkan keterangan pihak korban, perselisihan kemudian berkembang hingga terjadi keributan di lokasi.
Ketua Umum Madas, H. Toha menyatakan, meskipun terdapat upaya perdamaian, hal tersebut tidak serta-merta menghapus dugaan tindak pidana yang terjadi.
“Perdamaian terkait kerugian tidak menghilangkan perbuatan pidananya. Jika ada dugaan penganiayaan, pengeroyokan, dan perusakan, maka proses hukum tetap harus berjalan,” ujar Ketua Umum Madas.
Pihak Madas menyebut, korban mengalami luka di bagian kepala hingga mendapat jahitan, serta luka pada bagian tangan. Madas menilai peristiwa ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan masyarakat sipil, khususnya pedagang kecil yang sedang menjalankan usaha.
Madas menyatakan akan mengawal perkara ini melalui jalur hukum dan meminta aparat berwenang memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.
“Kami meminta semua pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai aturan hukum. Kami juga mengimbau seluruh anggota Madas tetap menahan diri dan menyerahkan prosesnya kepada aparat berwenang,” tegasnya.
Madas menegaskan, tuntutan utama mereka adalah keadilan bagi korban, perlindungan hukum bagi masyarakat, serta kepastian proses hukum atas dugaan penganiayaan dan perusakan tersebut.
















Users Today : 265
Users Yesterday : 312
Users Last 7 days : 3817
Users This Month : 1499