Mengedepankan Asas Kekeluargaan, Proyek Flyover 104 Gunung Megang Luar Siap Berdayakan Tenaga Kerja Lokal

DK86- BREAKING NEWS

DELIKKASUS86. COM || Muara Enim – Komitmen untuk membangun komunikasi yang konstruktif dan solutif terus ditunjukkan dalam rencana pembangunan Flyover 104 Gunung Megang Luar. Mengedepankan pendekatan yang humanis, terbuka, dan sarat akan semangat kebersamaan, kegiatan mediasi serta komunikasi tali asih bagi masyarakat terdampak sukses digelar, Rabu (20/05/2026).

 

Berpusat di Aula Kantor Kepala Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, forum dialogis ini berlangsung dinamis dan tertib sejak pukul 10.00 WIB hingga tuntas pada pukul 14.00 WIB.

 

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Assistant Manager Penertiban dan Penanganan Aset Bermasalah M. Rahmat Hidayat, Team Leader Penjagaan Aset Widhi Satya Nugraha, unsur pengamanan Aswan, serta Kuasa Hukum PT KAI Talbi Munandar. Turut hadir Kepala Desa Gunung Megang Luar Arpawi beserta Sekretaris Desa, Ketua BPD Deni, Ketua Forum Masyarakat Kabul Jaya Prue dan Sekitarnya Sardani, SH, Sekretaris Forum Syamsuryadi, Bendahara Forum Ratu Rahmi, ST, serta warga yang terdampak langsung oleh proyek strategis tersebut.

 

Suasana mediasi berjalan sangat kondusif. Dengan mengedepankan asas kekeluargaan, setiap warga diberikan ruang komunikasi yang luas secara bergantian di ruang Kepala Desa. Langkah ini dinilai efektif untuk menyerap langsung aspirasi, harapan, maupun masukan secara personal dari masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunung Megang Luar, Arpawi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam merajut kesepahaman bersama ini.

 

“Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Forum Masyarakat Desa Kabul Jaya Prue yang telah menjembatani aspirasi warga, serta pihak KAI yang sangat terbuka mendengarkan suara masyarakat kami. Kami berharap masyarakat mendukung penuh pembangunan flyover ini karena dampaknya sangat positif, mulai dari mengurai kemacetan hingga menggerakkan roda ekonomi desa melalui penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Arpawi.

 

Arpawi menambahkan, setelah melalui rangkaian pertemuan yang panjang, mediasi kali ini akhirnya membuahkan kesepakatan menyeluruh terkait nilai ganti rugi (tali asih) berdasarkan hasil kajian independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang diajukan oleh pihak KAI.

 

“Alhamdulillah, hasil mediasi hari ini menunjukkan bahwa masyarakat telah menyetujui dan sepakat terhadap nilai hasil kajian KJPP. Semoga keputusan ini membawa berkah dan menjadi solusi terbaik bagi semua pihak,” tambahnya optimis.

 

Senada dengan itu, Kuasa Hukum PT KAI, Talbi Munandar, memuji sikap kooperatif masyarakat serta kesigapan Pemerintah Desa dan Forum Masyarakat dalam memfasilitasi ruang dialog ini.

 

“Kami dari tim kuasa hukum dan manajemen KAI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa, Forum Masyarakat, dan seluruh warga. Suasana kondusif dan respons positif hari ini melahirkan hasil yang sangat memuaskan,” ungkap Talbi.

 

Menjawab aspirasi masyarakat terkait pemberdayaan lokal, Talbi menegaskan bahwa poin tersebut menjadi perhatian serius bagi pihaknya.

 

“Terkait nota kesepahaman atau rekomendasi pelibatan tenaga kerja serta pengusaha lokal, kami akan mengawal dan menyampaikannya langsung kepada pihak pelaksana proyek. Kami melihat langsung realitas sosial di Desa Gunung Megang Luar, sehingga harapan warga untuk berkontribusi dalam pembangunan ini jelas menjadi prioritas penting bagi kami,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Talbi berharap seluruh tahapan pembangunan Flyover 104 Gunung Megang Luar dapat berjalan aman, tertib, dan lancar demi kemaslahatan jangka panjang masyarakat luas.

 

Dukungan serupa digaungkan oleh Ketua Forum Masyarakat Kabul Jaya Prue dan Sekitarnya, Sardani, SH. Ia menegaskan, forum akan mengawal proyek ini selama koridor pemberdayaan masyarakat lokal tetap menjadi pilar utama.

 

“Kami mendukung penuh pembangunan Flyover 104 ini agar berjalan sukses. Namun, kami juga menekankan pentingnya sinergi dan rekomendasi resmi agar potensi lokal—baik tenaga kerja maupun pengusaha daerah—diberikan porsi untuk terlibat dalam pelaksanaan proyek,” cetus Sardani.

 

Menurut Sardani, keterlibatan aktif warga lokal merupakan langkah taktis dalam mendongkrak perekonomian masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah sekitar.

Testimoni positif juga datang dari Sadeli, salah satu warga terdampak yang juga mengemban amanah sebagai Kepala Dusun (Kadus). Ia mengaku lega dengan hasil akhir dari rangkaian mediasi ini.

 

“Setelah melalui beberapa tahapan mediasi, baik secara personal maupun kolektif, kami merasa cukup puas dengan hasil keputusan dari pihak KAI. Dinamika kecil di lapangan selama proses berjalan adalah hal yang wajar. Harapan kami, setelah penetapan nilai hari ini, proses realisasi pembayaran dapat segera dilakukan dan warga lokal segera dilibatkan sesuai keahlian masing-masing,” tutur Sadeli.

 

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa komunikasi yang humanis, transparan, dan berorientasi pada solusi mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan proyek strategis nasional. Pembangunan Flyover 104 Gunung Megang Luar kini tidak hanya diproyeksikan sebagai solusi kemacetan, tetapi juga menjadi pemantik utama pertumbuhan ekonomi dan kedaulatan masyarakat lokal di Kabupaten Muara Enim.” Natal Patty.

 

Editor: DK86/Amir Makmun, ST.,C.I.L.J.Investigasi Nasional RI.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *