Simeuleu, delikkasus86.com – Lapas Kelas III Sinabang, Ditjenpas Aceh terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung agenda nasional melalui program ketahanan pangan mandiri yang produktif, Kamis, 11 Juni 2026.
Hal ini tentu selaras dengan 15 Program Akselarasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Dimana instansi ini bergerak aktif guna mengoptimalkan potensi internal untuk berkontribusi pada stabilitas pangan daerah.

Langkah ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, melainkan sebagai bagian dari sistem pembinaan moderen yang mengubah paradigma pemasyarakatan menjadi lembaga yang berdaya guna dan bernilai ekonomis.
Strategi utama yang diterapkan adalah pemanfaatan secara maksimal area branggang Lapas dan halaman kantor yang selama ini menjadi lahan tidur, melalui perencanaan agrikultur yang matang kawasan steril di branggang kini difungsikan menjadi lahan produktif yang hijau.
Sementara itu, halaman kantor utama ditata secara estetis dengan metode tanam yang efisien sehingga mampu mempercantik lingkungan kerja sekaligus berfungsi sebagai percontohan kawasan agrowisata terbatas di lingkungan kepulauan.

Pada lahan-lahan tersebut, Lapas Kelas III Sinabang memfokuskan budidaya pada empat komunitas pangan esensial yang adaptif dengan iklim lokal yakni kacang panjang, kangkung, timun suri dan terong, pemilihan jenis tanaman ini didasarkan pada masa tanam yang relatif singkat, namun memiliki tingkat produktifitas dan konsumsi yang tinggi di masyarakat Simeulue dan tentunya pengolahan yang intensif pada komoditas ini memastikan pasokan sayuran segar dapat tersedia secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan internal maupun pasar lokal.
Keberhasilan budidaya kacang panjang, kangkung, timun suri dan terong ini bertumpu pada program pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terstruktur melalui pelatihan kemandirian bidang pertanian para WBP dibekali keterampilan praktis mulai dari pengelolaan tanah, pemeliharaan tanaman hingga teknik pemanenan yang baik, dimana proses ini memberikan ruang bagi mereka untuk mengaktualisasikan diri dan memperoleh keahlian konkret sebagai bekal penting untuk berintegrasi kembali ke masyarakat.
Sebagai kesimpulan, Inovasi pemanfaatan branggang dan halaman pos utama untuk menjaga ketahanan pangan di Lapas Kelas III Sinabang merupakan bukti nyata keberhasilan kolaborasi antar petugas dan WBP, program pembinaan kemandirian yang menghasilkan komoditas berkualitas ini bahwa keterbatasan ruang bukan menjadi hambatan untuk tetap produktif.
Melalui konsistensi ini Lapas Kelas III Sinabang siap menjadi pelopor dalam mewujudkan Lapas mandiri pangan yang berkontribusi langsung bagi ketahanan pangan bangsa.
















Users Today : 336
Users Yesterday : 1500
Users Last 7 days : 5398
Users This Month : 7314