Patung Suhunan Riah Salah Satu Ruang Terbuka Hijau Yang Menjadi Awal Dari Perjalanan Masa Depan Tubaba

Oplus_131072
DK86- BREAKING NEWS

Tubaba, delikkasus86.com – Suhunan Riah, diabadikan dalam Patung Tarian Cinta yang merupakan simbol urban yang dibangun dalam kawasan kota Budaya Uluan Nughik tepatnya di kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung. sebagai representasi dan pengingat bagi warga masyarakat Tubaba tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Patung Suhunan Riah merupakan sosok ecofeminisme dalam filsafat lingkungan yang memandang bahwasanya ada keterkaitan antara penindasan terhadap perempuan dan eksploitasi alam.

 

Suhunan Riah menyerukan Biocentris pendekatan yang lebih manusiawi, protektif, adil terhadap lingkungan serta mengedepankan prinsip Sustainability.

 

Patung Suhunan Riah didesain abstrak berwujud sosok perempuan menari dengan keanggunan dan kelembutan layaknya sang Dewi yang mempunyai inisiasi yang kuat dalam menjaga kelestarian alam dan merawat kehidupan, seperti halnya sang ibu merawat sang anak dan menjadi awal dari kehidupan dimasa depan.

 

Kepala dinas PUPR Tubaba, Ir. Iwan Mursalin mengatakan “Kawasan Kota Budaya Uluan nughik merupakan sebuah kota yang dibangun dan di desain dengan prinsip prinsip planologi untuk memberikan kenyamanan, rasa aman dan Ketertiban untuk masyarakat tulang bawang barat (Tubaba) Sarana dan prasarana kota Budaya Uluan nughik mempunyai standar internasional baik secara dimensi maupun secara land use,” Kata Iwan Mursalin.

 

Lanjut Iwan Mursalin “Masyarakat Tulang Bawang Barat senantiasa menjalani kehidupan untuk membentuk Harmoni Kosmis, konsep yang mengacu pada tatanan, keteraturan, dan keselarasan alam semesta (kosmos), dan segala isinya yang dipandang sebagai suatu sistem yang indah dan teratur. Keseimbangan hubungan antara dunia kecil (mikrokosmos) dan dunia besar (makrokosmos) akan mewujudkan habitat dan ekosistem yang ideal dan menjadi impian setiap orang untuk dapat tinggal didalamnya. Dalam proses untuk mencapai kondisi ideal tersebut Ir. Umar Ahmad menyebutnya dengan diksi TUBABA maka tubaba tidak hanya akronim dari Tulang Bawang Barat melainkan suatu gerakan, suatu sikap kolektif rakyat tulang bawang Barat untuk bekerjasama untuk membentuk kondisi ideal tubaba. Maka untuk pulang ke masa depan kita perlu ber tubaba.” Ujarnya

 

Plt. Kabid Cipta Karya PUPR Tubaba, Ir. Nurul Azmi saat ditemui di lokasi pembangunan tugu mengatakan bahwa “Plaza Tugu Suhunan Riah merupakan salah satu Ruang Terbuka hijau di Kabupaten Tulang Bawang Barat, tepatnya di kawasan Kota budaya Uluan nughik yang menjadi awal dari perjalanan masa depan Tubaba,” ungkap Nurul.

 

Lanjut Nurul “Plaza ini selain menjadi monumental visi kemandirian sosial budaya Tubaba juga memiliki fungsi sebagai Ruang terbuka hijau yang substansi nya untuk harmoni kosmis. Dan Plaza ini dilengkapi dengan lanscap yang dilengkapi dengan pohon yang cukup langka saat ini yaitu Asem Kandis. Selain pohon asem Kandis juga ada pohon pinus yang baik untuk penghasil oksigen dan menyerap karbon dioksida, semoga plaza tugu Suhunan Riah ini memberikan manfaat untuk semangat pelestarian alam bagi masyarakat tubaba dan memberikan kontribusi referensi bagi arsitektur di lampung dan Indonesia pada umumnya.” Imbuhnya (jau)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *