MAUMERE, delikkasus86.com., – Tingginya produksi jagung di Kabupaten Sikka belum sepenuhnya mampu diserap oleh Perum Bulog Cabang Maumere. Keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi kendala utama yang menyebabkan hasil panen petani belum tertampung secara maksimal.
Kepala Bulog Maumere, Marthen Luther Sesa, mengatakan pihaknya saat ini sangat membutuhkan dukungan Pemerintah Kabupaten Sikka berupa penyediaan lahan untuk pembangunan gudang penyimpanan jagung kering.
Keberadaan gudang tersebut dinilai penting guna mendukung program penyerapan hasil panen petani yang terus meningkat setiap musim tanam.

Menurut Marthen, Bulog Maumere mendapat target penyerapan jagung kering petani sebanyak 100 ton, dengan kwalitas jagung yang mampu disimpan selama 1 tahun Namun hingga saat ini realisasi penyerapan baru mencapai sekitar 10 ton karena belum tersedianya gudang khusus untuk menyimpan komoditas tersebut.
“ Produksi jagung di Sikka cukup besar dan tersebar di hampir seluruh wilayah, baik di daratan maupun kepulauan. Namun keterbatasan gudang membuat penyerapan hasil panen belum berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jagung kering tidak dapat disimpan bersama beras dalam satu gudang karena berpotensi menimbulkan gangguan kualitas akibat hama dan faktor lainnya. Oleh karena itu, diperlukan fasilitas penyimpanan yang terpisah dan memenuhi standar.
Akibat belum adanya gudang khusus, banyak hasil panen petani yang masih tersimpan di rumah-rumah warga sambil menunggu pembeli atau akses pemasaran yang lebih baik.
Marthen mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan gudang sebenarnya telah tersedia melalui Kementerian Ketahanan Pangan Nasional. Namun pembangunan belum dapat direalisasikan karena masih menunggu ketersediaan lahan dari pemerintah daerah.
“ Yang dibutuhkan saat ini adalah lahan. Jika lahan tersedia, pembangunan gudang dapat segera dilakukan sehingga penyerapan jagung petani bisa berjalan lebih maksimal,” katanya.
Menurutnya, keberadaan gudang tidak hanya membantu Bulog dalam menjalankan program penyerapan hasil pertanian, tetapi juga memberikan kepastian pasar dan harga yang lebih baik bagi petani.

Sementara itu, Direktur BUMDes Tanah Dueng, Maria Magdalena, menyampaikan bahwa pihaknya mampu menghasilkan sekitar 20 ton jagung kering setiap kali musim panen dari sejumlah lahan yang disewa dari masyarakat.
Ia mengakui bahwa hingga saat ini kendala utama yang dihadapi petani dan pengelola usaha pertanian adalah terbatasnya lokasi penjemuran serta akses pemasaran hasil panen.
Jagung petani umumnya hanya dibeli oleh pedagang pengumpul dengan harga sekitar Rp 4.000 per kilogram.
“ Kami sangat bersyukur apabila Bulog mulai menyerap jagung petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram. Ini tentu sangat membantu meningkatkan pendapatan petani,” ungkap Maria.
Karena itu, Maria berharap Pemerintah Kabupaten Sikka dapat segera menyediakan lahan sekaligus mendukung pembangunan gudang penyimpanan jagung yang dikelola melalui kerja sama dengan Bulog. Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Sikka.
Penulis : Yusuf Porwaila SH
















Users Today : 374
Users Yesterday : 683
Users Last 7 days : 3084
Users This Month : 1473