Sekolah Lapang Ditutup, Petani Sikka Siap Kembangkan Bawang Merah dengan Teknologi Modern

DK86- BREAKING NEWS

Maumere, DelikKasus86. Com., – Rangkaian Sekolah Lapang (SL) Budidaya Bawang Merah di Kecamatan Waigete resmi berakhir, Rabu (10/9/2025). Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH, yang sekaligus menghadiri Hari Temu Lapang Petani (Farm Field Day) di Dusun Watuhidit, Desa Egon Buluk.

Program yang berlangsung hampir tiga bulan sejak 13 Juni lalu ini diikuti oleh 25 petani anggota Kelompok Tani Bukit Modoliring. Dengan metode AKOSA (Amati, Komunikasikan, Simpulkan, dan Aplikasikan), peserta berlatih di lahan percontohan seluas 0,25 hektar. Materi pembelajaran mencakup tahapan budidaya bawang merah mulai dari pemilihan benih, teknik pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, pemupukan, hingga pasca panen dan analisa usaha.

Bupati Sikka dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap komitmen petani yang konsisten mengikuti setiap sesi.

Petani Sikka telah menunjukkan kesiapan untuk berubah, belajar, dan menerapkan teknologi budidaya yang lebih maju demi hasil yang lebih optimal,” tegasnya.

Bupati  tambahkan, bawang merah sebagai komoditas unggulan yang berpotensi memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga. Untuk itu, Bupati mendorong agar petani menjadikan bawang merah Egon Buluk sebagai ikon pertanian Waigete, sembari terus bersinergi dengan penyuluh dan pemerintah daerah.

Pemkab Sikka akan terus mendukung melalui fasilitasi benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta akses pasar. Tapi yang terpenting adalah komitmen petani menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha ini,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Sikka, Lukas Lero, unsur Forkopimda, Camat Waigete, Danramil 1603-02 Talibura, Kapolsek Waigete, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dari desa sekitar.

Dengan bekal yang diperoleh dari Sekolah Lapang, para petani diharapkan mampu mengaplikasikan teknologi budidaya secara mandiri di lahan masing-masing. Hasil panen yang lebih produktif bukan hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga petani, tetapi juga menggerakkan perekonomian desa.

Sumber : Dinas Kominfo Sikka

Penulis : Jusuf Porwaila SH

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *