Jakarta, delikkasus86.com – Dalam upaya memperkuat nilai kolaborasi di lingkungan kerja, Sekretaris Inspektorat Jenderal (Sesitjen) Kementerian Hukum, Hantor Situmorang, menekankan pentingnya keterampilan mendengar bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin kegiatan SAPA Inspektorat Jenderal di Ruang Kerja Itjen Kemenkum, Senin, 6 April 2026.
Di hadapan para peserta yang dihadiri oleh para Inspektur Wilayah dan seluruh ASN di lingkungan Itjen Kemenkum, Hantor menggarisbawahi bahwa kolaborasi yang efektif dan solid tidak akan tercipta tanpa adanya kemampuan mendengar yang mendalam serta komunikasi yang baik.
“Kolaborasi tidak hanya bicara konsep, tetapi berbicara teknik dan sebagainya. Tidak ada koordinasi, kolaborasi tanpa komunikasi. Jadi kuncinya komunikasi harus dibangun,” ucap Hantor.
Lebih lanjut, Ia mengutip konsep dari penulis sekaligus pakar manajemen Otto Scharmer yang menjabarkan empat tingkatan mendengar melalui pendekatan Teori U.
Ia menjelaskan, pada tingkat pertama atau tingkat awal, proses mendengar sering kali masih bersifat basa-basi dan cenderung menghakimi (judgmental). Kondisi ini, menurutnya, justru menjadi penghambat utama dalam kelancaran koordinasi antar pegawai.
Memasuki tingkat kedua, yakni berdebat, seseorang mulai masuk ke tahap faktual. Pada tahap ini, mereka mampu melihat perbedaan dan memperhatikan fakta yang ada, sehingga memunculkan apa yang dinamakan keterbukaan pikiran.
“Kalau sudah ada keterbukaan pikiran maka akan menerima yang baik, mendiskusikan hal-hal yang baik dan kurang baik, dari situlah didiskusikan, munculah satu pemahaman,” tegasnya.
Selanjutnya, tingkat ketiga adalah berdialog, yaitu kemampuan mendengar secara empatik. Pada fase ini, individu mulai terhubung secara emosional. Mereka tidak sekadar mendengar kata-kata, tetapi juga memahami perasaan serta sudut pandang orang lain yang berujung pada terwujudnya keterbukaan hati.
“Pada level empat dikenal dengan presencing dalam Teori U. Jadi disini sudah generatif, berbicara dari masa depan yang diinginkan. Level ini sudah dalam tataran keterbukaan niat tentang apa yang ingin dicapai di masa depan ,” jelas Hantor.
Sebagai penutup, Hantor mengajak seluruh jajarannya untuk mengimplementasikan tingkatan komunikasi tersebut guna mendorong kemajuan institusi.
“Inilah menurut saya yang harus kita pahami, sehingga kita mampu membangun kinerja organisasi yang lebih baik kedepan. Saya minta level kita dalam membangun komunikasi tidak hanya pada basa basi atau judgment tapi sampai kepada keterbukaan niat dalam membangun organisasi yang lebih baik”, ungkap Hantor.
















Users Today : 192
Users Yesterday : 447
Users Last 7 days : 3994
Users This Month : 13415