Warga Desak Sikap Tegas Satpol PP dan Camat Terkait Penertiban PKL GOR Gondrong: “Jangan Berhenti pada Seremoni”

DK86- BREAKING NEWS

Dilikkasus86.com – Minggu 14 Juni 2026 – Tangerang – Gelombang aspirasi masyarakat terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan GOR Gondrong terus menguat.

Sejumlah warga menilai bahwa langkah penertiban yang selama ini dilakukan belum menunjukkan hasil yang benar-benar tuntas dan berkelanjutan. Mereka meminta Satpol PP dan pihak kecamatan menunjukkan ketegasan nyata di lapangan, bukan sekadar kegiatan penertiban yang bersifat sementara.

Menurut warga, ukuran keberhasilan penertiban bukanlah banyaknya pernyataan, rapat, atau surat imbauan yang dikeluarkan, melainkan kondisi lapangan yang benar-benar tertib dalam jangka panjang. Selama masih ditemukan gerobak, lapak, atau aktivitas yang dinilai melanggar ketentuan di kawasan yang telah ditertibkan, masyarakat menilai pekerjaan tersebut belum selesai.

“Kami tidak butuh janji yang terus diulang. Yang kami butuhkan adalah hasil yang nyata. Kalau memang ada aturan, tegakkan. Kalau memang ada larangan, jalankan secara konsisten. Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi pencitraan tanpa perubahan yang benar-benar terlihat,” ujar salah seorang warga.

Warga juga meminta Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah untuk memperlihatkan ketegasan dan konsistensi dalam menjalankan tugasnya.

Menurut mereka, penegakan aturan yang tidak konsisten dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat serta mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Masyarakat menegaskan bahwa fasilitas umum, trotoar, akses jalan, dan area yang diperuntukkan bagi kepentingan publik harus dijaga dan dikembalikan kepada fungsi aslinya. Mereka menilai kepentingan masyarakat luas harus menjadi prioritas utama dibanding kepentingan kelompok tertentu.

Selain itu, warga meminta Camat sebagai unsur pimpinan wilayah untuk melakukan pengawasan secara aktif dan memastikan setiap kebijakan yang telah disampaikan kepada masyarakat benar-benar terlaksana di lapangan.

Menurut mereka, jabatan publik tidak hanya menuntut kemampuan menyampaikan rencana, tetapi juga memastikan realisasi dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Jangan sampai penertiban hanya ramai saat menjadi sorotan publik, lalu kembali longgar setelah perhatian masyarakat berkurang. Yang dibutuhkan adalah tindakan yang konsisten, bukan penanganan yang bersifat sesaat,” kata warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah tidak menganggap kritik sebagai bentuk perlawanan, melainkan sebagai masukan untuk memperbaiki tata kelola dan pelayanan publik.

Warga menilai kritik yang muncul saat ini lahir dari keinginan agar kawasan GOR Gondrong benar-benar tertib, aman, nyaman, dan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Di akhir penyampaiannya, warga meminta seluruh pihak terkait untuk membuktikan komitmen mereka melalui tindakan nyata di lapangan.

“Masyarakat tidak akan menilai dari kata-kata, melainkan dari hasil. Jika kawasan benar-benar tertata dan tetap kondusif dalam jangka panjang, maka publik akan melihat adanya kinerja yang nyata. Namun jika masalah yang sama terus berulang, maka evaluasi menyeluruh menjadi hal yang wajar untuk diminta oleh masyarakat,” tegas warga.

Dengan demikian, harapan masyarakat bukan sekadar adanya operasi penertiban, melainkan terciptanya penegakan aturan yang konsisten, transparan, dan berkelanjutan demi kepentingan seluruh warga Kota Tangerang.

REDAKSI : DAVID,S.E.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *