Delikkasus86.com + Jakarta 16 Oktober 2025
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Geram setelah menerima laporan bahwa sejumlah kasus korupsi besar kembali mandek ( Lambat dalam Penanganan) di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dengan nada tegas, Prabowo Kecewa dan menilai KPK gagal menjalankan tugasnya sebagai lembaga pemberantas korupsi yang seharusnya bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk melindungi pejabat.
tajam ke atas tumpul ke bawah
Dalam rapat terbatas di Istana, Prabowo disebut mempertanyakan mengapa banyak kasus korupsi yang selalu mental tanpa kejelasan, seolah-olah ada kekuatan besar yang melindungi para pelaku.
Ia bahkan menegaskan, bila KPK tidak mampu memperlihatkan hasil nyata, dirinya tak segan untuk turun langsung atau bahkan mengganti pimpinan KPK agar lembaga tersebut kembali pada jalur yang benar.
Ariefia Hamdani pelapor dugaan korupsi suap dan gratifikasi Vila Gandus ikut merasa prihatin terhadap lambannya proses hukum di KPK, “apa yang di minta KPK berupa dokumen dan keterangan sudah saya penuhi dan tidak ada lagi yang kurang tapi prosesnya sangat lamban”.
“Setiap kali di tanya maka jawabannya sudah di tangan penyidik dan tunggu saja keluar sprindiknya”, lanjut Arifia.
“Apa yang saya sampaikan sudah cukup jelas siapa yang memberikan gartifikasi atau suap dan apa saja bentuk suap yang di berikan”, tegas Arifia.
“Bagaimana korupsi bisa di berantas kalau penindakannya sangat lamban dan selalu mengedepankan pencegahan padahal perbuatan melawan hukum sudah terjadi”, pungkas Arifia Hamdani.
Presiden Prabowo Subianto Geram Dan Marah karena KPK Lamban Tindak Lanjuti Perkara Korupsi, Ariefia : Laporan Vila Gandus Pun Lambat.
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan Geram setelah menerima laporan bahwa sejumlah kasus korupsi besar kembali mandek ( Lambat dalam Penanganan) di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dengan nada tegas, Prabowo Kecewa dan menilai KPK gagal menjalankan tugasnya sebagai lembaga pemberantas korupsi yang seharusnya bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk melindungi pejabat.
tajam ke atas tumpul ke bawah
Dalam rapat terbatas di Istana, Prabowo disebut mempertanyakan mengapa banyak kasus korupsi yang selalu mental tanpa kejelasan, seolah-olah ada kekuatan besar yang melindungi para pelaku.
Ia bahkan menegaskan, bila KPK tidak mampu memperlihatkan hasil nyata, dirinya tak segan untuk turun langsung atau bahkan mengganti pimpinan KPK agar lembaga tersebut kembali pada jalur yang benar.
Ariefia Hamdani pelapor dugaan korupsi suap dan gratifikasi Vila Gandus ikut merasa prihatin terhadap lambannya proses hukum di KPK, “apa yang di minta KPK berupa dokumen dan keterangan sudah saya penuhi dan tidak ada lagi yang kurang tapi prosesnya sangat lamban”.
“Setiap kali di tanya maka jawabannya sudah di tangan penyidik dan tunggu saja keluar sprindiknya”, lanjut Arifia.
“Apa yang saya sampaikan sudah cukup jelas siapa yang memberikan gartifikasi atau suap dan apa saja bentuk suap yang di berikan”, tegas Arifia.
“Bagaimana korupsi bisa di berantas kalau penindakannya sangat lamban dan selalu mengedepankan pencegahan padahal perbuatan melawan hukum sudah terjadi”, pungkas Arifia Hamdani.
Delikkasus86.com
David E
















Users Today : 617
Users Yesterday : 350
Users Last 7 days : 4389
Users This Month : 11693