Diduga lemah nya pengawasan dari PPK dan pengawas Hanya Titik Nol Datang Kelapangan Betonisasi Jalan di Daerah Ngawi Ujan Mas Diragukan Baku Mutu Spesifikasi

DK86- BREAKING NEWS

 

Muara Enim– Pekerjaan Betonisasi Jalan yang dikerjakan kontraktor memakai CV. MARISKA , Dalam konfigurasi massif dan skema yang direncanakan dalam melaksanakan proyek milik pemerintah kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan dengan cara klasik berupa nilai variabel antara volume ketebalan Betonisasi dan beberapa item teknis pekerjaan lainnya.

 

“ Kegiatan tersebut berjudul Peningkatan jalan Dusun V Pengawi Desa Pinang belarik Kecamatan Ujan Kabupaten Muara Enim , dengan nilai Anggaran Rp.1.472. 500.000 ( Satu milyar empat ratus tujuh puluh dua ribu lima ratus rupiah) berdasarkan papan informasi PAGU Proyek ,” Beber Marsidi, Aktifis yang juga Ketua Forum Komunikasi Aktifis Dan Antar Lembaga Media didampingi Zulkarnain Pholta, Jurnalist Kabupaten Muara Enim.

 

Dari hasil pengamatan media di lokasi, Bekisting proyek betonisasi jalan tersebut dipasang belum terpenuhi standar Rencana Anggaran Biaya (RAB). Bahwa dalam pemasangannya dipendam terlebih dahulu dalam tanah sehingga hal itu dapat berakibat mengurangi volume ketebalan beton.

 

“ Skema massif yang ditemukan dilokasi kegiatan ditemukan berupa lubang yang sengaja digali oknum dan dipersiapkan untuk mengambil sampel beton (Core Drill) terkesan nantinya volume ketebalan betonisasi sesuai spesifikasi.

 

Parahnya lagi,dalam pelaksanaan pengerjaan tidak menggunakan agregat Lapisan Pondasi Bawah (LPB) Kelas B, dan Plastik Sheet penahan rabat beton pun tidak dipasang sepenuhnya.

 

“ Sebagai bentuk komunikasi dua arah bahwa Tim Media sudah berupaya menghubungi pengawas Dinas PUPR dan PPK kegiatan yang berinisial AR meskipun konfirmasi Via WhatsApp belum terhubung,” Tambah Zulkarnain Pholta.

 

Ditegaskan kembali Bung Marsidi sebagai Aktifis Kabupaten Muara Enim bahwa perilaku dan konfigurasi terstruktur dan massif yang trend bagi sejumlah pengusaha atau kontraktor di saat proyek pemerintah harus Segera dihentikan sebagaimana hak masyarakat atas peran dan fungsi dalam cegah tangkal dan tangkal perilaku koruptif.

 

 

Terkait pengecoran jalan yang mengangkangi azas baku mutu, pihak kontraktor yang merupakan penanggung jawab pelaksanaan kegiatan dikhawatirkan akan menyebabkan umur panjang dalam pemakaian dan efek manfaat banyak bagi masyarakat dan itu merupakan pertimbangan mutlak dalam keberhasilan suatu proyek tanpa harus memaksakan keuntungan secara finansial belaka ,” Ungkap Marsidi ( Jumat,09/01/2026).

 

Beberapa komponen yang menjadi perhatian dilapangan baik itu berupa plastik pun tidak full, padahal pengunaan plastik pengecoran jalan mempunyai fungsi sebagai lantai kerja cor beton untuk menahan resapan obat beton, agar menahan air semen tidak keluar merembes.

 

Diharapkan dengan dan sepatutnya PPK aktif kelapangan untuk mengawasi dan memberikan teguran agar hasil pekerjaan yang dikerjakan kontraktor sesuai spesifikasi dan penyerapan anggaran belanja modal kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan bisa efektif dan merupakan wujud nama baik realisasi Program MEMBARA 2026 bumi Serasan Sekundang.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *