Demi Mencegah Gagal Panen,Pemkab Samosir Melalui Dinas Ketapang dan Pertanian Samosir Melakukan Penyemprotan Hama Padi Di Desa Parlombuan Kecamatan Palipi

DK86- BREAKING NEWS

 

 

 

Samosir- Pemerintah Kabupaten Samosir Melalui Dinas Pertanian Kabupaten Samosir melakukan tindakan proaktif untuk mengatasi serangan penyakit blas (Pyricularia oryzae) dan penyakit kresek atau hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae) pada tanaman padi di Desa Parlombuan Kecamatan Palipi,Pada Jumat 24 April 2026 pukul 08.00 hingga Pukul 11.00 wib.

 

Kepala Dinas Ketapang dan Pertanian Samosir Tumiur br Gultom Mengatakan bahwa Upaya ini dilakukan untuk mencegah gagal panen, mengingat kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 50%-70%.

Penyemprotan menggunakan fungisida sistemik spesialis blas (seperti trisiklazol atau azoksistrobin) dan bakterisida berbahan aktif tembaga (tembaga hidroksida/oksida) untuk kresek dilakukan untuk menekan populasi patogen,

Penyemprotan paling efektif dilakukan dua kali, yaitu pada fase anakan maksimum dan awal berbunga, terutama di daerah endemik.

Dan masa Penyemprotan bisa dilaksanakan pagi hari pukul 08.00 hingga 10.00 dan sore hari pukul 16.00 hingga 18.00

Selain penyemprotan, dinas Ketapang dan Pertanian Samosir mendorong petani menggunakan varietas tahan, mengurangi penggunaan pupuk Nitrogen (Urea) berlebihan, dan menjaga kebersihan lahan (sanitasi) dari gulma inang.

 

Petani disarankan menerapkan pengairan berselang (intermittent) untuk mengurangi kelembaban tanah yang disukai oleh bakteri penyebab kresek.dan Penyakit blas ditandai dengan bercak belah ketupat putih keabuan pada daun, sedangkan kresek ditandai dengan daun kuning pucat yang mengering dimulai dari ujung,ujar Tumiur.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Ketapang Dinas Pertanian Samosir Rimbun Mawarni Sinaga Mengatakan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Samosir secara aktif melakukan upaya pengendalian penyakit tanaman padi, khususnya penyakit Blas (Pyricularia oryzae) dan Kresek (Xanthomonas oryzae), untuk mencegah penurunan produksi padi petani di wilayah Samosir, Sperti hari ini Jumat 24 April 2026 Dinas Ketapang dan Pertanian Samosir Telah Melakukan Penyemprotan menggunakan fungisida untuk mengatasi penyakit blas (bercak belah ketupat/cokelat pada daun) dan agen hayati atau obat yang tepat untuk penyakit kresek (hawar daun bakteri).

 

Rimbun Sinaga juga memberikan Edukasi kepada Petani yang ada di Desa Parlombuan Kecamatan Palipi untuk menggunakan benih sehat, pemupukan berimbang (menghindari Nitrogen berlebihan), dan sanitasi lingkungan, terutama membersihkan gulma yang menjadi inang penyakit.

 

Karena Penyakit blas sering menyerang fase vegetatif dan generatif, yang jika tidak dikendalikan, dapat menurunkan produksi sebesar 70-80% atau menyebabkan puso (gagal panen).

Dinas Pertanian Samosir terus berupaya melakukan langkah pencegahan agar serangan tidak meluas ke lahan yang sehat dan untuk penyemprotan hari ini di Desa Parlombuan Kecamatan Palipi sekitar 20 Ha , ucapnya.

 

Sekretaris Dinas Ketapang dan Pertanian Samosir Saut Manik Menambahkan bahwa Penyemprotan hari ini tak luput dari Dukungan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara (Sumut), melalui UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH), aktif melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) untuk mengatasi serangan penyakit Blas (rice blast) dan Kresek (Blight Leaf Bacterial) pada tanaman padi.

Dinas Pertanian Samosir memfasilitasi aksi Gerdal dengan menurunkan tim pengendalian hama terpadu, termasuk bantuan fungisida dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatra Utara dan teknik penyemprotan langsung pada lahan yang terinfeksi.

Penanganan difokuskan pada wilayah yang mengalami serangan, salah satunya di wilayah Kabupaten Samosir Kecamatan Palipi Desa Parlombuan.

 

Demi Mencegah Gagal Panen di Desa Parlombuan Kecamatan Palipi Sehingga Pemerintah Kabupaten Samosir Melalui Dinas Ketapang dan Pertanian Samosir Melakukan Pengendalian secara dini, terutama saat serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) mulai mengganggu, guna mencegah puso (gagal panen)

 

Gerakan ini bertujuan untuk menstabilkan produksi padi di Sumatera Utara dengan memutus siklus penyakit blas dan kresek, Ucapnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *