Maumere, delikkasus86.com – Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi, menegaskan bahwa lahan kritis tidak boleh lagi dibiarkan terbengkalai. Ia mendesak para petani untuk mengubah lahan kering menjadi sumber produksi pangan, meski di tengah keterbatasan air.
Penegasan itu disampaikan saat panen perdana padi ladang di Desa Wuluwutik, Kecamatan Nita jumad 23/4/2026 kemarin.
Di hadapan petani, Subandi menekankan bahwa persoalan klasik seperti minimnya pengairan tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berproduksi.
“ Masalah air memang ada, tapi itu tidak boleh mematikan semangat. Lahan kosong harus diolah, bukan dibiarkan,” tegasnya.

Panen di lahan seluas 8,5 hektare milik Viktor Nekur menjadi bukti konkret. Di tengah kondisi tanah kering dan minim air, petani setempat mampu menghasilkan sekitar 1 ton padi ladang.

Capaian ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa lahan kritis masih memiliki nilai ekonomi jika dikelola serius.Tak hanya padi ladang, petani juga mulai mengembangkan komoditas lain seperti jagung, buncis, dan kacang tanah.
Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.
Namun di balik capaian itu, persoalan mendasar tetap mencuat. Keterbatasan pengairan masih menjadi hambatan utama yang dihadapi petani. Meski demikian, semangat untuk mengolah lahan tidak surut.

Simeon Nago (57), salah satu petani, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut sebelumnya hanyalah hutan liar yang dipenuhi pohon asam, kasambi, dan ilalang. Kini, lahan itu mulai berubah menjadi area produksi.
Ia bahkan menyebut, jika didukung sistem pengairan yang memadai, kawasan tersebut berpotensi menjadi sentra hortikultura yang menghasilkan sayuran seperti sawi, kentang, hingga wortel.

Di sisi lain, Ketua Forkoma Kabupaten Sikka, Seldy, menilai langkah yang dilakukan Viktor Nekur bersama para petani sebagai contoh nyata yang harus diikuti. Ia menegaskan, masih banyak lahan kritis di Sikka yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“ Ini bukan sekadar panen, tapi peringatan bagi kita semua. Lahan tidur harus dihidupkan untuk menopang ekonomi keluarga,” ujarnya.
Dorongan pemerintah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa optimalisasi lahan kering bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah tantangan pangan dan ekonomi masyarakat.
Penulis : Yusuf Porwaila SH
















Users Today : 424
Users Yesterday : 284
Users Last 7 days : 2916
Users This Month : 14653