Delikkasus86 com lebak– Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Seorang siswa SD 2 Sangiang menemukan ulat di dalam tempat makanan yang dibagikan di sekolahnya. Temuan itu terekam dalam video berdurasi 21 detik, Desa Maja baru kecamatan Maja kabupaten Lebak, 27,07,2026
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, distribusi MBG di sekolah tersebut dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yayasan yang beralamat di kampung Cikuya desa Maja baru kecamatan Maja kabupaten lebak
Saat di konfirmasi melalui via whastap pihak aslap aslap inisial RI, Menjelaskan, Jadi untuk belatung itu kemungkina bukan dari Makan Tahu atau ayam
Di prediksi itu kemungkinan Dari anggur Pak itu oleh team relawan kami mungkin kurang teliti, Itu mah ulet Perkiraan dari Anggur bisa Atau dari salada.
Sayah juga sudah kordinasi sama pihak sekolah.Mau di ganti Tapi pihak sekolah nya tidak mau,Ujarnya RI, pada wartwan
kami melakukan konfirmasi kepihak kepala MBG, Inisial YO, melalui genggam telpon whasttap, Ia membanrkan, ia betul Bahawa di dalam makan itu ada ulat nya cuma ulat itu bukan ulat berbahaya, Itu hanya ulat dari buah buah buhan,
Kami juga pihak MBG Sudah Melakukan kordinasi dengan pihak kepala sekolah, dan kami sempet menawarkan untuk di ganti, Cuma pihak sekolah tidak mau, hanya meminta pihak kami agar penyediaan nya lebih baik lagi, lanjut
Nanti kita akan evaluasi untuk kedepan nya kami pihak DPR MBG minta maaf, pasti akan kami evaluasi untuk kedepan nya, Ujarnya, Ia tidak apa apa pak naek berita juga, Ungkap inisial YO,
Salah satu siswa , menuturkan dirinya bersama teman sekelas menemukan ulat dalam tumpukan tahu pada Senin, 27,07 ,2026
“Ulat itu ada di dalam tahu, tempat di antara selada atau buah buhan. Kami sempat kaget saat melihatnya,” ujar siswi kepada wartawan,
Jujur pak makanan gizi di sekolahan ini mah tidak pada enak, Makanan nya biasa aja tidak enak di makan, asal asalan ngasih makan nya, pungkasnya
Kepala sekolah SD 2 Sangiang ,membenarkan kejadian itu. Ia menyesalkan kelalaian pihak penyedia makanan yang diduga kurang teliti dalam menyortir bahan baku.
“Kami sebagai penerima manfaat tentu sangat menyayangkan insiden ini. Kami harap pihak penyedia lebih meningkatkan pengawasan dan standar kebersihan, agar kualitas makanan terjamin,” tandasnya.
















Users Today : 398
Users Yesterday : 1015
Users Last 7 days : 5330
Users This Month : 16973