Delikkasus86 com lebak || Sejumlah warga menggelar aksi blokade terhadap armada proyek PT Waskita Karya di Kampung Kopi, Desa Parungsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Kamis (30/7/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas kerusakan jalan yang diduga akibat lalu lintas kendaraan proyek bertonase besar.
Massa aksi yang berasal dari beberapa desa berkumpul di titik pertigaan Kampung Kopi. Dalam orasinya, H. Suryadi menyampaikan tuntutan agar armada proyek PT Waskita Karya tidak lagi melintasi ruas Jalan Kopi–Sangiang Maja karena dinilai telah menyebabkan kerusakan yang cukup parah.
Menurut H. Suryadi, masyarakat selama ini menjadi pihak yang paling dirugikan akibat aktivitas kendaraan proyek yang setiap hari melintas di jalan tersebut.
“Jalan Kopi–Sangiang merupakan jalan kelas III dengan kapasitas muatan sekitar 7 ton. Namun armada yang masuk ke proyek PT Waskita Karya mencapai puluhan ton. Akibatnya jalan rusak, berlubang, dan membahayakan pengguna jalan,” tegasnya di hadapan peserta aksi.
Ia meminta agar mulai hari itu dan seterusnya tidak ada lagi armada proyek PT Waskita Karya yang menggunakan jalur tersebut. H. Suryadi juga mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dalam memperjuangkan hak mereka atas akses jalan yang layak dan aman.
Karena tidak ada perwakilan PT Waskita Karya yang menemui massa untuk berdialog, para peserta aksi kemudian melanjutkan unjuk rasa dengan melakukan long march menuju lokasi proyek PT Waskita Karya di Desa Padasuka. Dari lokasi tersebut, massa bergerak menuju area PT BRP dan PT PP di Kampung Rajab sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada perusahaan yang dinilai turut menggunakan akses jalan yang mengalami kerusakan.
Dalam aksi itu, warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait agar segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap penggunaan jalan kabupaten oleh kendaraan proyek bertonase besar. Mereka juga meminta perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi dengan segera melakukan perbaikan jalan.
Warga menegaskan, apabila tuntutan mereka tidak direspons, aksi serupa dengan skala yang lebih besar akan kembali dilakukan hingga ada langkah konkret dari pihak perusahaan maupun pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Waskita Karya, PT BRP, dan PT PP belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga dalam aksi tersebut.
Pewarta:Mad/Jul
















Users Today : 382
Users Yesterday : 1002
Users Last 7 days : 6087
Users This Month : 19569