Delikkasus86 com Lebak/ Ketua LSM Gerakan Masyarakat persatuan (GMPR) Wilayah lebak. Angkat bicara terkait dinamika pelaksanaan menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di yayasan Safari Permadani Rahayu. Desa Maja baru, Kecamatan maja kabupaten Lebak
Saat di konfirmasi ketua LSM Gempar, Membenarkan, Batul Di temukan nya ulat dalam makanan gizi. Di SD Sangiang 2 Sempuren, Menuai sorotan publik.Ia menegaskan bahwa program strategis pemerintah tersebut harus dijaga integritasnya dan diselamatkan dari potensi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum pengelola di lapangan.28, 07, 2026
Seiring berjalannya implementasi program MBG di berbagai daerah, sejumlah temuan di lapangan mulai memunculkan keprihatinan publik. Padahal, program ini digulirkan dengan dukungan anggaran negara yang besar dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.
Menurutnya niat baik Presiden melalui program MBG sejatinya merupakan kebijakan strategis yang sarat nilai kemanusiaan dan visi pembangunan jangka panjang. Program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan gizi anak-anak, meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik, serta menjadi investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Program Makan Bergizi Gratis pada dasarnya merupakan kebijakan progresif yang memiliki tujuan strategis, yakni memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang layak, mencegah stunting, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kondisi fisik yang sehat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil,LSM GMPAR merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dengan melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program tersebut di berbagai wilayah Lebak .
Ia menegaskan bahwa langkah ini bukanlah bentuk oposisi terhadap pemerintah, melainkan upaya konstruktif untuk memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.
ketua LSM GEMPAR, Lebak juga menegaskan komitmen organisasinya untuk turut membantu pemerintah dalam menyukseskan program MBG. Ia menilai keberhasilan program nasional tidak hanya ditentukan oleh pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif serta pengawasan dari masyarakat.
Namun demikian, hasil monitoring di lapangan menunjukkan adanya sejumlah persoalan yang dinilai cukup serius. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kualitas menu makanan yang dinilai tidak layak, Bahakan ada ulat ulat nya. mutu bahan pangan yang rendah, hingga dugaan pengelolaan yang tidak profesional oleh oknum tertentu.
“Temuan-temuan tersebut tentu sangat memprihatinkan karena berpotensi merusak citra program yang sejatinya sangat baik. Jika tidak segera ditindak secara tegas, maka kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah bisa tergerus,” tegasnya.
LSM GEMPAR juga akan mencatat adanya sejumlah kasus serupa di berbagai daerah di wilayah maja yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Berdasarkan analisis internal organisasi, persoalan tersebut diduga dipicu oleh lemahnya sistem pengawasan, minimnya integritas sebagian pengelola, serta adanya potensi praktik penyimpangan dalam pengelolaan anggaran dan distribusi makanan.Ungkapnya
















Users Today : 92
Users Yesterday : 861
Users Last 7 days : 5311
Users This Month : 17528