BATANG Jateng,delikkasus86.com -Menjelang HUT kemerdekaan RI banyak event olahraga digelar oleh beberapa daerah baik yang untuk sekedar hiburan atau yang dikemas secara profesional dengan tujuan mencari bibit-bibit atlet baru atau mengasah bakat terpendam generasi muda. Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang di event HUT RI tahun 2026 ini menggelar event bergengsi turnamen bola voli memperebutkan Piala Bergilir Camat Banyuputih atau Camat Cup dengan mengambil lokasi di Gelora Kurusetra desa Bulu Kecamatan Banyuputih.
Turnamen digelar selama dua hari (Sabtu Minggu 8-9/08/2026) diikuti oleh 12 tim putra dan 8 tim putri dari wilayah Kecamatan Banyuputih dan dipadati ratusan penonton baik suporter maupun penikmat volly. Kondisi Gelora Kurusetra yang sudah berstandar nasional lengkap dengan tribun penonton yang nyaman membuat pertandingan berlangsung tertib.
Hari pertama ditandingkan tim putri yang memunculkan tim MANU Banyuputih sebagai juara setelah di partai final mengalahkan tim Ivob dari desa Bulu. Permainan apik dan kompak kedua tim membuat pertandingan berlangsung alot dan saling kejar angka skor.
Hari kedua ditandingkan tim-tim putra yang tidak kalah menarik dan setelah bertarung dengan sistem gugur akhirnya tim Ivob Bulu berhasil menyabet juara setelah di final mengalahkan tim PBVC Sembung.
Atmosfer pertandingan berlangsung seperti event liga profesional lengkap dengan suporter fanatik yang memberi semangat. Tidak sedikit suporter yang membawa genderang menambah semarak dan menampilkan atraksi menarik. Tim juara putra/putri selain membawa pulang piala tetap dan piala bergilir juga mendapat hadiah uang pembinaan.
Ketua Panitia Hafidz Nanda Ansarizqika menyatakan jika event ini adalah untuk mencari bibit – bibit atlet volly dari Kecamatan Banyuputih. Karenanya semua tim yang ikut turnamen adalah tim-tim dari Kecamatan Banyuputih. Tidak seperti turnamen daerah lain yang menyewa pemain pro, di turnamen Camat Cup ini semua menggunakan pemain lokal. “Semua tim yang ikut turnamen berasal dari klub lokal. Pemainnyapun lokal tanpa mendatangkan pemain dari daerah lain”, tegas Hafidz yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Banyuputih.
Tapi meskipun turnamen lokal tapi tetap dikemas dengan aturan profesional. “Wasit dan asisten wasit yang memimpin pertandingan sudah berlisesnsi nasional”, lanjut Hafidz.
Sementara itu Camat Banyuputih Purmono menambahkan turnamen Camat Cup sudah berlangsung tiga kali sejak pertama digelar tahun 2024. “Turnamen digelar menjelang perayaan kemerdekaan. Selain untuk memperingati HUT RI juga untuk ajang pembuktian tim terbaik. Dari turnamen ini kita menjaring bibit-bibit unggul atlet berprestasi yang diharapkan bisa membawa harum nama Kecamatan Banyuputih dan Kabupaten Batang”, ujar Purmono yang selama dua hari penuh berada di tribun menyaksikan setiap pertandingan.
Kecamatan Banyuputih sejak dulu memang identik dengan olahraga volly dan banyak melahirkan atlet-atlet berkelas. Setiap desa dan sekolah mempunyai tim kuat dan rutin berlatih. Selain itu juga sudah memiliki lapangan pertandingan standar nasional seperti Gelora Kurusetra yang ada di desa Bulu. Turnamen Camat Cup Banyuputih bisa dijadikan contoh daerah lain dalam membina atlet lokal dan menunjukkan prestasi yang berkelanjutan.
#devita
















Users Today : 152
Users Yesterday : 635
Users Last 7 days : 5220
Users This Month : 6638