Kota Langsa, delikkasus86.com — Harapan yang selama berbulan-bulan dipertahankan, kini berubah menjadi kegelisahan. Di tengah kehidupan yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana banjir bandang Aceh-Sumatra pada 26 November 2025 lalu, masih banyak masyarakat Kota Langsa yang mengaku belum menerima bantuan yang mereka nantikan.
Karena merasa terlalu lama menunggu, korban banjir yang tergabung dalam Korban Banjir Langsa (KBL) kembali menyuarakan tuntutannya melalui aksi demonstrasi untuk ketiga kalinya.
Aksi tersebut rencananya akan digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan lokasi aksi di Kantor Wali Kota Langsa dan Pendopo Langsa.
Koordinator aksi, Jantana Pratama Putra (Jantana), mengatakan masyarakat sudah berada pada titik di mana mereka tidak sanggup lagi hanya menunggu tanpa kepastian.
Menurutnya, sejumlah rapat koordinasi yang selama ini dilakukan antara Forum Korban Banjir Langsa dengan pihak-pihak terkait penyaluran bantuan belum memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
“Setiap rapat koordinasi selalu ada pembicaraan namun, apa yang disampaikan belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diterima masyarakat di lapangan. Kondisi ini membuat masyarakat merasa seolah-olah terus diminta menunggu,” ujar Jantana.
Ia menegaskan, aksi tersebut bukan semata-mata persoalan turun ke jalan, melainkan bentuk kegelisahan masyarakat yang sudah terlalu lama menantikan hak dan bantuan untuk memulihkan kehidupan mereka setelah bencana.
Bagi sebagian korban banjir, waktu yang terus berjalan bukan berarti persoalan ikut selesai. Ada keluarga yang masih berusaha memperbaiki rumah, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan bangkit dari dampak bencana yang terjadi hampir sembilan bulan lalu.
Atas desakan masyarakat, Jantana bersama Korban Banjir Langsa (KBL) kemudian kembali mempersiapkan aksi untuk ketiga kalinya.
Dalam aksi tersebut, terdapat tiga tuntutan utama, yaitu:
1. Segera salurkan bantuan banjir tahap III.
2. Selesaikan termin II (Jadup) yang belum terselesaikan.
3. Permudah proses bantuan rehabilitasi rumah bagi korban banjir.
Sebelum bergerak menuju lokasi aksi, masyarakat yang tergabung dalam KBL akan melakukan titik kumpul di Simpang Universitas Samudra (UNSAM) Langsa pada pukul 13.15 WIB.
Menariknya, persiapan aksi ini dilakukan secara mandiri melalui donasi seikhlasnya dari para korban banjir dan masyarakat yang peduli, tanpa adanya paksaan.
Hal tersebut menjadi gambaran bahwa perjuangan para korban banjir bukan sekadar persoalan tuntutan, tetapi juga tentang bagaimana mereka saling menguatkan ketika merasa belum mendapatkan kepastian.
Mereka berharap aksi ketiga ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan pihak terkait untuk benar-benar mendengarkan suara masyarakat serta memberikan kepastian mengenai penyaluran bantuan.
Hampir sembilan bulan telah berlalu sejak banjir melanda. Namun bagi sebagian korban, luka dan kebutuhan akibat bencana itu masih belum selesai. Kini mereka kembali turun ke jalan, bukan karena ingin membuat keributan, tetapi karena mereka merasa sudah terlalu lama menunggu.
Masyarakat berharap tuntutan tersebut dapat dijawab dengan tindakan nyata, sehingga tidak ada lagi korban banjir yang harus terus bertanya: “Sampai kapan kami harus menunggu?”
















Users Today : 670
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5762
Users This Month : 1581