MAKASSAR – DELIKKASUS86.COM – Duka mendalam menyelimuti Sulawesi Selatan. Dua gedung megah, DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo dan DPRD Makassar di Jalan AP Pettarani, luluh lantak dilalap api pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Amukan si jago merah bukan hanya meruntuhkan bangunan yang menjadi simbol demokrasi, tetapi juga merenggut tiga nyawa yang terjebak di dalamnya. Mereka bukan pejabat besar, melainkan pegawai yang sehari-hari setia melayani roda pemerintahan.
Api Berawal dari Aksi Massa
Kericuhan bermula dari aksi unjuk rasa yang memanas sejak Jumat (29/8/2025) malam. Situasi kian tak terkendali hingga berujung pada pembakaran gedung wakil rakyat.
Gedung DPRD Makassar lebih dulu dilalap api, disusul kemudian gedung DPRD Sulsel. Dalam sekejap, kedua gedung itu berubah menjadi lautan api dengan asap membumbung tinggi ke langit.
Tiga Korban Jiwa
Petugas pemadam kebakaran menemukan tiga korban di balik puing-puing gedung DPRD Makassar setelah api berhasil dipadamkan. Identitas mereka kemudian terungkap:
Sarina – Staf dari anggota DPRD Andi Tenri Uji. Sarina terjebak di lantai 2 saat bertugas mendampingi rapat paripurna APBD Perubahan 2025. Ia tak sempat menyelamatkan diri ketika api membesar.
Personel Satpol PP – Anggota Satpol PP yang tengah berjaga. Saat massa mengepung gedung, ia tetap menjalankan tugas pengamanan hingga akhirnya terjebak asap dan kobaran api.
Syaiful – Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah. Ia hadir mewakili camat dalam rapat paripurna, namun nasib berkata lain. Syaiful tak berhasil keluar ketika api mulai melalap gedung.
Malam Mencekam
Rapat paripurna APBD Perubahan 2025 yang dihadiri Wali Kota Makassar Munafri, jajaran Pemkot, hingga para anggota DPRD berlangsung di tengah situasi tegang. Begitu massa makin beringas, para pejabat segera dievakuasi.
Namun, tak semua berhasil keluar. Sarina, Satpol PP, dan Syaiful justru terjebak hingga akhirnya meregang nyawa.
Luka Batin dan Luka Fisik
Selain tiga korban tewas, sejumlah orang dilaporkan luka-luka akibat kejadian ini. Mereka telah dievakuasi ke rumah sakit, termasuk RS Grestelina.
Wakil Ketua DPRD Makassar, Anwar Faruq, membenarkan adanya korban jiwa. “Tiga orang ditemukan tak bernyawa di dalam gedung. Mereka adalah staf dan pegawai yang sedang bertugas,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kini, gedung DPRD Sulsel dan DPRD Makassar hanya meninggalkan puing hitam. Sementara itu, keluarga korban, masyarakat, dan aparat pemerintah masih diliputi duka mendalam.















Users Today : 1106
Users Yesterday : 768
Users Last 7 days : 3921
Users This Month : 5421