ACEH SINGKIL, | Delikkasus86.com ~ Ketangguhan dan semangat gotong royong warga Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, diuji saat kobaran api melahap lahan perkebunan kelapa sawit seluas 10.000 meter persegi pada Kamis, 18 September 2025. Insiden dramatis ini menyoroti permasalahan serius terkait akses jalan yang terputus, namun berkat kecepatan tanggap aparat kepolisian dan kesigapan warga lokal, api berhasil ditaklukkan setelah perjuangan panjang.
Peristiwa kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 14.30 WIB di lahan milik Ibu Ermi (51), seorang petani di Desa Ketapang Indah. Api dengan cepat membesar dan melahap pohon-pohon kelapa sawit yang sudah tumbuh di areal seluas 50 x 200 meter tersebut, menimbulkan kerugian material yang signifikan bagi pemiliknya.
Merespons cepat, Kapolsek Singkil Utara, IPDA M. Sabri SH,MH, dengan sigap menerjunkan personel piket jaga Polsek Singkil Utara ke lokasi kejadian. Namun, upaya pemadaman menghadapi tantangan besar. “Akses jalan menuju lahan yang terbakar telah diputus oleh PT Nafasindo, sehingga sangat sulit untuk dilalui kendaraan pemadam atau bahkan kendaraan operasional lainnya,” ungkap salah seorang petugas di lokasi, menggambarkan betapa kritisnya situasi.
Kondisi ini memaksa tim gabungan untuk melakukan pemadaman secara manual, mengandalkan peralatan seadanya. Di sinilah semangat gotong royong warga Desa Ketapang Indah menunjukkan taringnya. Tanpa ragu, mereka bahu-membahu bersama anggota Polsek Singkil Utara, berjibaku menaklukkan setiap titik api yang terus membesar. Koordinasi yang apik dan kerja keras tak kenal lelah antara aparat dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam situasi yang serba terbatas.
Setelah perjuangan heroik selama beberapa jam, tepat pada pukul 18.20 WIB, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. “Alhamdulillah, giat pemadaman berjalan lancar, aman, dan terkelola dengan baik berkat kerja sama semua pihak,” tutup laporan dari lokasi kejadian, menggarisbawahi rasa syukur atas kolaborasi yang efektif.
Meskipun api sudah padam, insiden ini menjadi peringatan keras akan pentingnya aksesibilitas yang memadai ke perkebunan, terutama di area-area yang rentan terhadap kebakaran. Penanganan yang lebih cepat dan efektif di masa mendatang sangat bergantung pada infrastruktur jalan yang memadai. Kerugian materiil akibat kebakaran ini masih dalam tahap pendataan, namun pelajaran berharga tentang pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat telah terukir jelas dalam peristiwa ini.{*}
[Khalikul Sakda]















Users Today : 1438
Users Yesterday : 1163
Users Last 7 days : 5000
Users This Month : 6916