
MUARA ENIM — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Matas, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, nama Abdul Tatul Almatasi mulai menyatakan kesiapan untuk ikut mengambil bagian dalam pesta demokrasi desa yang direncanakan berlangsung pada 2027 mendatang.
Dengan mengusung semangat “Bersama Membangun Desa untuk Masa Depan yang Lebih Baik”, Abdul Tatul menyampaikan niatnya bukan sekadar untuk mencalonkan diri, tetapi membawa gagasan dan harapan agar Desa Matas ke depan semakin maju, harmonis dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dalam penyampaian visi dan gagasannya, Abdul Tatul menempatkan kehidupan keagamaan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun desa.
Ia memperkenalkan gagasan
“menghidupkan jantung desa”, yang dimaksudkan sebagai upaya menjadikan rumah ibadah, khususnya masjid, bukan hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan moral dan kegiatan sosial masyarakat.
“Kami mengutamakan jantung desa, yaitu rumah Allah. Keberkahan suatu desa akan terwujud apabila jantung desanya hidup,” ujar Abdul Tatul.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai jalan, fasilitas umum maupun pembangunan fisik.
Lebih dari itu, pembangunan juga harus diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia, akhlak dan kepedulian sosial.
Pemerintahan Desa Harus Dekat dengan Masyarakat
Abdul Tatul juga menyoroti pentingnya pelayanan pemerintahan desa yang baik.
Menurutnya, aparatur desa harus mampu menjalankan tugas secara profesional, namun tetap mengedepankan etika, sopan santun dan akhlak dalam melayani masyarakat.
Baginya, masyarakat bukan sekadar penerima pelayanan, melainkan bagian penting dalam menentukan arah pembangunan desa.
Karena itu, ia menilai musyawarah dan mufakat harus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan maupun pembangunan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Setiap pembangunan harus dibicarakan bersama. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Mengajak Masyarakat Tetap Bersatu
Abdul Tatul juga mengingatkan agar perbedaan pilihan dalam Pilkades nantinya tidak menjadi alasan untuk memecah persaudaraan masyarakat Desa Matas.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah masyarakat harus tetap menjadi bagian dari seluruh masyarakat Desa Matas.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kedamaian dan kekeluargaan selama proses Pilkades berlangsung.
“Mohon doa dan dukungannya dari bapak, ibu, serta saudara-saudara sekalian di Desa Matas. Mari kita bersama-sama membangun desa, menjaga persaudaraan dan menciptakan Desa Matas yang lebih baik,” pungkas Abdul Tatul.
Semangat yang dibawa Abdul Tatul tersebut menjadi salah satu warna dalam dinamika menjelang Pilkades Desa Matas 2027.
Bagi masyarakat, pesta demokrasi desa diharapkan bukan hanya menjadi ajang memilih seorang pemimpin, tetapi juga momentum untuk menentukan arah masa depan Desa Matas secara bersama-sama.











Users Today : 694
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5786
Users This Month : 1605