Aceh Singkil Siaga Penuh Hadapi Bencana: Bupati Pimpin Apel Kesiapan, Tekankan Sinergi Lintas Sektoral dan Peran Masyarakat

DK86- BREAKING NEWS

Aceh Singkil | Delikkasus86.com ~ Menghadapi potensi ancaman bencana alam yang semakin meningkat, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama seluruh elemen Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Siaga Bencana Tahun 2025. Apel akbar yang dipusatkan di halaman Mapolres Aceh Singkil pada Rabu (5/11/2025) ini dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, sebagai inspektur upacara.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran petinggi dari TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Kesehatan, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait lainnya. Partisipasi aktif seluruh pihak ini menunjukkan komitmen kolektif dalam memastikan kesiapan Aceh Singkil menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Dalam amanatnya, Bupati H. Safriadi Oyon menggarisbawahi pentingnya apel ini sebagai bentuk pengecekan komprehensif terhadap kesiapan personel dan ketersediaan sarana prasarana yang vital dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana. “Apel ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel serta sarana prasarana dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana demi keselamatan masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati juga menyoroti posisi geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), menjadikan negara ini sebagai salah satu dari tiga negara dengan potensi bencana tertinggi di dunia. Data dari Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) tahun 2025 menunjukkan lebih dari 124 juta jiwa terdampak bencana setiap tahun secara global. Secara nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 19 Oktober 2025, telah terjadi 2.606 bencana di Indonesia, meliputi banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, tanah longsor, gempa bumi, hingga erupsi gunung berapi. Ribuan rumah dan fasilitas umum rusak, serta jutaan warga terpaksa mengungsi.

Kondisi cuaca terkini juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 43,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncaknya diprediksi antara November 2025 hingga Januari 2026. Peningkatan intensitas curah hujan ini sangat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi.

Lebih lanjut, fenomena La Nina (Peningkatan Cuaca Ekstrem) yang diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026, meskipun dalam kategori lemah, tetap harus diwaspadai. La Nina berpotensi meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah, termasuk di Aceh, sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra.

Bupati mengutip pesan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025, yang menyatakan bahwa “kekuasaan diberikan oleh rakyat untuk melindungi rakyat dari semua bahaya, termasuk bencana alam.” Pesan ini menjadi landasan moral bagi seluruh pihak.

“Ini adalah amanah moral dan bentuk pengabdian tulus terhadap kemanusiaan. Laksanakan tugas kemanusiaan dengan empati, humanis, dan profesional agar masyarakat merasakan kehadiran negara di setiap situasi darurat,” pesan Bupati kepada seluruh jajaran.

Senada dengan Bupati, Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektoral serta keterlibatan aktif masyarakat dalam mitigasi bencana. “Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan saat bencana terjadi,” ujarnya.

Kapolres menyatakan kesiapan penuh Polres Aceh Singkil untuk menjadi garda terdepan. “Polres Aceh Singkil siap menjadi garda terdepan bersama seluruh instansi terkait dalam memberikan perlindungan, evakuasi, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak bencana,” tegas AKBP Joko Triyono.

Di akhir pernyataannya, Kapolres mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan tidak panik. “Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak panik, tetap tenang, dan segera menghubungi pihak kepolisian atau instansi terkait jika membutuhkan bantuan. Masyarakat juga dapat melaporkan situasi darurat melalui layanan hotline 110 atau langsung ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana kesiapsiagaan bencana oleh Forkopimda. Pemeriksaan meliputi kendaraan taktis, peralatan evakuasi, hingga perlengkapan komunikasi dan medis. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan optimal seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Aceh Singkil.{*}

[Khalikul Sakda]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *