MAUMERE , delikkasus86.com., — Kondisi jalan menuju lokasi Sentra Pengolahan dan Penggilingan Padi Terpadu (SP3T) di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat banjir.

Dampak dari rusaknya akses tersebut membuat aktivitas pengolahan padi hingga penyerapan gabah petani oleh Bulog Sikka menjadi tidak maksimal.
Demikian disampikan Kepala perum Bulog Sikka Mathen Luther Sesa kepada media ini Rabu 20/5/2026 kemarin.

Marthin katakan, saat ini kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau lokasi SP3T karena kondisi jalan yang rusak berat dan sulit dilalui.

Akibatnya, fasilitas SP3T yang sebelumnya diharapkan menjadi pusat pengolahan hasil pertanian masyarakat kini dipastikan tidak dapat berfungsi secara optimal.
Menurutnya, Bulog sedang melakukan pembelian gabah dengan cara mendatangi langsung titik-titik pengolahan padi milik masyarakat yang masih dapat dijangkau secara manual dan tradisional.
“ SP3T di Magepanda sebenarnya sangat dibutuhkan petani. Kami berharap sentra ini bisa kembali difungsikan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan kondisi fasilitas bantuan pemerintah tersebut yang kini nyaris tidak dimanfaatkan hanya karena akses jalan menuju lokasi rusak dan belum mendapat penanganan serius.

Padahal, keberadaan SP3T dinilai sangat penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sesa tambahkan saat ini perum Bulog sedang melakukan pembelian gabah dan beras petani namun terbentur dengan kondisi cuaca ekstrim saat ini membuat perum Bulog kewalahan dalam menjemur padi ,” tuturnya.
Dia tambahkan, Pemerintah pusat terus mendorong peningkatan produksi pangan nasional, penguatan serapan gabah petani, serta optimalisasi fasilitas pertanian guna menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani di daerah.
Karena itu, pihak Bulog meminta Pemerintah Kabupaten Sikka segera meninjau langsung kondisi di lapangan dan mengambil langkah cepat untuk memperbaiki akses jalan menuju SP3T agar aktivitas pengolahan dan distribusi hasil pertanian kembali berjalan normal.S
Sementara itu Nanang seorang petani Magepanda mengaku kesulitan mengangkut gabah hasil panen. Mereka hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua untuk membawa hasil pertanian, dengan kapasitas angkut yang sangat terbatas, yakni sekitar satu karung gabah dalam sekali perjalanan.
Kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi juga semakin menyulitkan petani. Minimnya fasilitas pengeringan membuat gabah sulit dijemur secara maksimal sehingga kualitas hasil panen terancam menurun akibat kondisi lembab.
“ Kalau SP3T kembali difungsikan, tentu hasil produksi petani bisa meningkat karena proses pengolahan dan pengeringan lebih maksimal,” katanya.
Pihak Bulog berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap persoalan tersebut dan segera memperbaiki akses jalan menuju lokasi SP3T demi mendukung peningkatan produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Magepanda.
Penulis : Yusuf Porwaila SH
















Users Today : 374
Users Yesterday : 683
Users Last 7 days : 3084
Users This Month : 1473