Bojonegoro | DelikKasus86.com – Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) resmi terbentuk di Kabupaten Bojonegoro setelah melalui proses panjang. Peresmian tersebut digelar di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (8/2/2026).

Pembentukan AWPI di Bojonegoro dinilai penting sebagai wadah organisasi jurnalis yang diharapkan mampu menjadi perwakilan serta perpanjangan suara masyarakat dalam menyampaikan dan menerima informasi, khususnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya.
Acara peresmian tersebut dihadiri sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI dan Polri yang diwakili Polsek serta Koramil Kecamatan Trucuk, pengurus DPD AWPI Jawa Timur, serta perwakilan DPC AWPI dari Sidoarjo, Malang, Jombang, dan Malang Kota.
Selain agenda peresmian, kegiatan juga diisi dengan pemberian tali asih kepada sejumlah warga fakir miskin di sekitar lokasi acara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan tertib.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Mahmudin, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar keberadaan AWPI dapat berperan aktif dalam menciptakan iklim informasi yang sehat.
“Dengan adanya organisasi AWPI di Bojonegoro, kami berharap dapat mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang positif, berimbang, serta ikut menjaga suasana kondusif di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Mahmudin.
Sementara itu, Ketua DPC AWPI Bojonegoro, Agus Setiadi, menjelaskan bahwa pendirian AWPI di Bojonegoro berawal dari inisiatif almarhum Sukisno, wartawan media Suara Rakyat Indonesia.
Dalam keterangannya kepada awak media DelikKasus86.com, Agus mengungkapkan bahwa almarhum Sukisno semasa hidupnya memiliki keinginan kuat untuk membentuk wadah bagi jurnalis yang belum tergabung dalam organisasi pers di Bojonegoro.
“Awal berdirinya organisasi ini atas inisiatif almarhum Mas Kisno. Sebelum beliau wafat akibat kecelakaan, pengelolaan organisasi ini dilimpahkan kepada saya. Beliau merasa perlu adanya wadah organisasi bagi wartawan yang belum bergabung dengan organisasi jurnalis yang sudah ada, agar bisa dirangkul dan dibina secara profesional,” jelas Agus.
Agus juga menyampaikan, hingga saat ini AWPI Bojonegoro telah memiliki 48 wartawan yang tergabung, menaungi 36 media, serta dua lembaga sosial kemasyarakatan.
Ia berharap AWPI ke depan mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang faktual, kritis, terjaga validitasnya, serta berimbang, sesuai dengan semangat profesionalisme jurnalistik.
“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun dalam rangka menghadirkan informasi yang berkualitas. Karya jurnalistik para anggota diharapkan bisa menjadi rujukan masyarakat,” pungkasnya.
(BAW)
















Users Today : 402
Users Yesterday : 477
Users Last 7 days : 4169
Users This Month : 13178