Pagar Alam || Delikkasus86.com – Fenomena banjir kembali menjadi keluhan masyarakat Kota Pagar Alam. Warga menilai, hingga memasuki lebih dari 280 hari masa kerja Wali Kota Ludi Oliansyah dan Wakil Wali Kota Hj. Bertha, sejumlah janji politik saat kampanye belum sepenuhnya terealisasi.

Program unggulan bertajuk “Pagar Alam Sehat, Maju, dan Menjadi Kota Idaman” diharapkan mampu menjawab persoalan mendasar, seperti penanganan banjir, pendidikan gratis, hingga penyediaan ambulans di setiap kelurahan. Namun, sebagian warga merasa janji tersebut belum terlihat nyata.

“Banjir sudah sering terjadi, saluran drainase tidak mampu menampung debit air. Rumah-rumah kami di Kaplingan, PGRI, Demporeokan, hingga sekitar SMA 1 Pagar Alam sering terendam. Kami berharap pemerintah segera bertindak,” ungkap Rianti, salah satu warga terdampak banjir.
Hasil pantauan Delikkasus86.com, banjir disebabkan meluapnya aliran sungai dan drainase yang tidak mampu menahan debit air hujan. Kondisi ini diperparah oleh tersumbatnya gorong-gorong akibat penumpukan sampah.
Upaya konfirmasi telah dilakukan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pagar Alam. Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagar Alam, Jon Asman, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pencatatan dan peninjauan di lapangan.
“Banjir di Sidorejo terjadi akibat gorong-gorong tersumbat sampah di kawasan Nusa Indah. Selain itu, volume debit sungai yang meningkat membuat air meluap. Beberapa titik sudah kami data,” jelas Jon.
Masyarakat berharap Wali Kota dan Wakil Wali Kota dapat lebih sering turun langsung ke lapangan, agar kondisi dan keluhan warga dapat ditangani sesuai realita di lapangan.
“Selama ini laporan bawahan sering kali tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kami berharap pimpinan daerah hadir langsung agar mengetahui persoalan warga,” tambah Rianti.
Warga menegaskan, banjir bukan peristiwa baru, melainkan masalah yang berulang. Mereka berharap adanya solusi konkret dari pemerintah, mulai dari perbaikan drainase hingga pembangunan saluran irigasi baru agar persoalan tidak terus berulang.
Reporter: Amir
















Users Today : 1455
Users Yesterday : 1163
Users Last 7 days : 5017
Users This Month : 6933