Delikkasus86.com Bekasi Cikarang Jawa Barat Selasa 20 Januari 2026
Banjir yang terus berulang di Bekasi dan Cikarang bukan lagi peristiwa alam biasa.
Ini adalah alarm keras kegagalan tata kelola, akumulasi pembiaran, dan lemahnya antisipasi. Ketika titik banjir itu-itu saja, tahun demi tahun, maka hujan tidak lagi bisa dijadikan kambing hitam. Masalahnya ada pada sistem yang dibiarkan rusak.
Sikap tegas Organisasi Kemasyarakatan Maung Garuda Nusantara (MGN) patut dicatat sebagai suara publik yang mewakili kegelisahan warga. Ketua Umum MGN, Fadil Yakub, menyampaikan hal yang selama ini dirasakan rakyat: banjir adalah ancaman keselamatan, bukan sekadar gangguan musiman.
“Kalau banjir terus berulang di lokasi yang sama, itu bukan nasib. Itu bukti pembiaran. Negara harus hadir sebelum air datang, bukan setelah warga kebanjiran,” tegas Fadil Yakub.
warga Menilai: Ada yang Tidak Bekerja
dan warga menilai penanganan banjir di Bekasi–Cikarang masih terjebak pada pola reaktif dan seremonial.
Bergerak setelah air masuk rumah warga, lalu menghilang saat banjir surut. Drainase dibiarkan dangkal, saluran air tertutup bangunan, sampah menumpuk tanpa pengawasan serius.
Jika ini terus dibiarkan, maka yang terjadi bukan sekadar genangan, melainkan krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dan dinas teknis.
Tegas tapi Adil: Siapa Bertanggung Jawab?
Redaksi menegaskan, RT, RW, lurah, dinas terkait, hingga Pemda tidak bisa lagi saling lempar tanggung jawab. Koordinasi yang lemah adalah bentuk kelalaian. Warga berhak atas lingkungan yang aman, sehat, dan layak.
Pernyataan Fadil Yakub memperjelas posisi ormas sebagai pengingat negara:
“Jangan tunggu korban dulu baru bergerak. Anak-anak, lansia, dan warga kecil selalu jadi korban pertama banjir. Ini soal kemanusiaan,” ujarnya.
BOX | Keluhan Warga Bekasi–Cikarang
🗣️ “Setiap hujan deras pasti banjir. Lokasinya tidak pernah berubah, tapi solusinya juga tidak pernah ada.” — Warga Cikarang Utara
🗣️ “Kami sudah lapor berulang kali. Setelah banjir surut, semua seolah lupa.” — Warga Tambun Selatan
🗣️ “Air masuk rumah, perabot rusak, anak-anak sakit. Tapi yang datang cuma janji.” — Warga Cikarang
berpandangan tegas:
Banjir berulang adalah bukti kegagalan antisipasi.
Pembiaran adalah bentuk kelalaian struktural.
Keselamatan warga tidak boleh dikalahkan oleh birokrasi lamban.
Langkah darurat dan terukur harus segera dilakukan: normalisasi drainase, pembersihan menyeluruh, penertiban bangunan yang menutup aliran air, serta transparansi rencana kerja pemerintah. Tanpa itu, banjir akan terus menjadi kutukan tahunan yang diciptakan manusia sendiri.
Sikap Maung Garuda Nusantara melalui pernyataan Fadil Yakub menjadi pengingat bahwa ketika negara terlambat hadir, suara rakyat akan mencari jalannya sendiri.
Banjir Bekasi–Cikarang bukan takdir.
Pembiaran harus dihentikan.
Keselamatan warga adalah mandat konstitusi dan harus di utamakan bukan hanya sekedar omon Omon
Delikkasus86.com
Penulis: Madani Lubis
















Users Today : 509
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4661
Users This Month : 12726