MAUMERE, delikkasus86.Com., — Distribusi bantuan bagi warga terdampak gempa bumi Flores di Kabupaten Sikka mendapat sorotan. Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) membuka call center pengaduan untuk menampung laporan masyarakat yang hingga kini belum menerima bantuan.
Layanan tersebut terutama ditujukan bagi warga yang melakukan evakuasi secara mandiri dan mendirikan posko pengungsian di desa maupun kelurahan terdampak.
Ketua Aliansi Wartawan Sikka, Mario W.P. Sina, mengatakan keputusan membuka call center tersebut berangkat dari banyaknya keluhan warga yang disampaikan kepada awak media.
“ Kami tergerak membuka call center pengaduan karena banyak warga mengadu kepada kami terkait belum adanya bantuan yang mereka terima dari pemerintah,” ujar Mari, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, kehadiran layanan pengaduan ini bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah, melainkan menjadi jembatan agar keluhan masyarakat dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.
AWAS juga menyoroti pola distribusi bantuan di lapangan. Berdasarkan pemantauan awak media, bantuan sejauh ini lebih mudah terlihat di lokasi pengungsian terpusat, salah satunya di Gelora Samador da Cunha.
Sementara itu, warga yang mengungsi secara mandiri dengan mendirikan tenda-tenda darurat di lingkungan desa dan kelurahan masih berpotensi luput dari pendataan maupun distribusi bantuan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kebutuhan warga terdampak tidak hanya berada di lokasi pengungsian terpusat.
Mario mengatakan, Pulau Palue memang menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak berat akibat gempa Flores dan harus menjadi prioritas penanganan. Namun, perhatian pemerintah juga perlu diberikan kepada warga terdampak yang tersebar di wilayah lain di Kabupaten Sikka.
“ Kita sepakat bahwa fokus utama adalah Pulau Palue yang merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak bencana Gempa Flores. Tetapi warga terdampak juga tersebar di wilayah lain dan harus menjadi prioritas penanganan,” katanya.
Ia menegaskan, pemerataan bantuan penting dilakukan untuk mencegah munculnya kecemburuan sosial di tengah masyarakat yang sama-sama menjadi korban bencana.
Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Kepala BNPB saat berada di Posko Tanggap Darurat Bencana di Kantor BPBD Kabupaten Sikka. Pemerintah diminta memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan.
“ Jangan sampai ada satu warga negara pun yang terkena dampak bencana Gempa Flores terlupakan. Negara harus hadir ketika rakyat membutuhkan bantuan, apalagi dalam kondisi bencana alam,” tegasnya.
Karena itu, AWAS mengajak masyarakat terdampak untuk tidak ragu menyampaikan kondisi mereka, terutama apabila belum mendapatkan bantuan atau belum terdata sebagai penyintas.
Setiap laporan yang masuk akan menjadi informasi bagi awak media untuk melakukan pemantauan dan menyampaikannya kepada pihak terkait sebagai bahan perhatian dalam penanganan bencana.
“ Pembukaan call center ini merupakan bentuk kontribusi awak media sebagai penyambung lidah rakyat. Kami ingin keluhan masyarakat dapat disampaikan kepada pihak berwenang agar menjadi dasar dalam mengambil kebijakan,” pungkas Mari.
Call Center Pengaduan AWAS
Warga terdampak gempa di Kabupaten Sikka dapat menyampaikan pengaduan melalui nomor wartawan AWAS berikut:
Mario W.P. Sina — Florespedia.id: 081353867075
Ade Riberu — Floresterkini.com: 085183851454
Ijas Sagur — Ekorantt.com: 081246462015
Ebed de Rosary — Florespos.net: 081236097539
Vianey Tinto — Tajukntt.id: 082147501571
Marsel Feka — NTT Express: 085331053830
Hengky Ola Sura — Ekorantt: 081315987716
Yusuf Porwaila — Delikkasus.com: 082246304275
Nivan Gomez — NTTPost.com: 082346873103
Lukas Lado — Ekorantt: 085141043686
Karel Pandu — Gardaflores.com: 082145909588
Vicky da Gomez — Suarasikka.com: 081246662471
Risto Jomang — Ekorantt: 081238534726
Arnlod Welianto — TribunFlores.com: 082237233425
Faidin — Bajopos.com: 085317531207
Wiliam Tok
















Users Today : 690
Users Yesterday : 911
Users Last 7 days : 5782
Users This Month : 1601