Dilikkasus86.com |
Jakarta – Selasa 16 Juni 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam konferensi pers nasional yang digelar di hadapan awak media menyampaikan sikap tegas terkait dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang berkembang di Indonesia. Dalam pernyataan resminya, BEM menegaskan dukungan terhadap program-program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menyerukan agar seluruh elemen bangsa tidak menjadikan rakyat sebagai korban dalam setiap aksi penyampaian aspirasi.
Dalam jumpa pers tersebut, BEM menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral bangsa. Namun peran tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab, objektif, dan berdasarkan kepentingan rakyat, bukan karena dorongan kepentingan kelompok atau agenda politik tertentu.
Menurut BEM, saat ini masyarakat Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik dunia, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di berbagai negara, hingga dampak konflik internasional yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Dalam situasi seperti itu, bangsa Indonesia membutuhkan persatuan, stabilitas, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keberlangsungan pembangunan nasional.
“Kami melihat bahwa rakyat hari ini membutuhkan solusi, membutuhkan kepastian ekonomi, membutuhkan lapangan pekerjaan, membutuhkan pendidikan yang lebih baik, serta membutuhkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu kami mendukung program-program pemerintah yang manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat,” tegas perwakilan BEM dalam konferensi pers.
Salah satu program yang mendapat dukungan penuh dari BEM adalah Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut BEM, program tersebut bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat global.
BEM menilai bahwa selama bertahun-tahun persoalan gizi dan stunting masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Karena itu, program pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah harus mendapat dukungan dari seluruh pihak agar kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin meningkat.
“Jangan melihat program ini hanya dari sisi anggaran. Lihatlah dari sisi manfaatnya bagi jutaan anak Indonesia. Anak yang sehat akan belajar dengan baik, memiliki daya pikir yang kuat, dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Ini adalah investasi masa depan bangsa,” ujar juru bicara BEM.
Selain memberikan manfaat kesehatan dan pendidikan, BEM juga menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak ekonomi yang luas. Program tersebut dapat membuka peluang usaha bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, kelompok wanita tani, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi pangan di berbagai daerah. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat dari tingkat desa hingga perkotaan.
Dalam kesempatan yang sama, BEM juga menyampaikan kritik terhadap berbagai aksi demonstrasi yang berujung pada gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Mereka menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi, namun pelaksanaannya tidak boleh merugikan rakyat yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan isu yang diperjuangkan.
“Kami ingin menyampaikan pesan yang tegas: jangan rakyat yang menjadi korban. Jangan pedagang kecil kehilangan pembeli karena akses jalan ditutup. Jangan pekerja terlambat mencari nafkah karena kemacetan akibat aksi yang tidak terkelola dengan baik. Jangan anak-anak sekolah kehilangan hak belajar karena situasi yang tidak kondusif. Aspirasi harus disampaikan secara bermartabat dan bertanggung jawab,” tegas perwakilan BEM.
BEM menilai bahwa demokrasi yang sehat bukan diukur dari seberapa besar keramaian aksi di jalanan, melainkan dari seberapa besar solusi yang mampu dihasilkan untuk kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu, mahasiswa harus mengedepankan dialog, kajian akademis, argumentasi ilmiah, dan gagasan konstruktif dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.
Lebih lanjut, BEM menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga independensinya dan tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik praktis. Mereka mengingatkan bahwa sejarah mencatat mahasiswa selalu berada di garis depan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, sehingga marwah gerakan mahasiswa harus tetap dijaga dari berbagai upaya yang dapat mencederai kepercayaan publik.
“Mahasiswa harus menjadi pengawas yang objektif, bukan alat politik. Mahasiswa harus berdiri bersama rakyat, bukan bersama kepentingan kelompok tertentu. Ketika ada kebijakan yang baik, kita wajib mendukung. Ketika ada yang perlu diperbaiki, kita wajib memberikan kritik yang membangun. Itulah esensi gerakan mahasiswa yang sesungguhnya,” tambahnya.
Dalam pernyataan penutupnya, BEM mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk lebih fokus pada kontribusi nyata bagi bangsa melalui pendidikan, penelitian, inovasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pengawalan terhadap program-program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
BEM juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah belah bangsa. Menurut mereka, Indonesia membutuhkan energi positif, kerja sama, dan semangat gotong royong untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Kami mendukung Program Makan Bergizi Gratis dan berbagai kebijakan yang memberikan manfaat nyata kepada rakyat. Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi, tetapi jangan pernah menjadikan rakyat sebagai korban. Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral bangsa yang independen, objektif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat serta masa depan Indonesia,” tutup perwakilan BEM dalam konferensi pers nasional tersebut.
Redaksi : David E, S.E.
















Users Today : 279
Users Yesterday : 625
Users Last 7 days : 5455
Users This Month : 6130