Bertahun-tahun Listrik “Spanning”, Warga Perumahan Arzuri Muara Lawai Keluhkan Alat Elektronik Rusak

DK86- BREAKING NEWS

 

MUARA ENIM — Warga Perumahan Arzuri, RT 10 Dusun 04, Desa Muara Lawai, Kabupaten Muara Enim, mengeluhkan kondisi aliran listrik yang disebut tidak stabil dan kerap mengalami spanning hampir setiap hari.

 

Persoalan tersebut dikabarkan telah berlangsung selama bertahun-tahun.

 

Warga mengaku kondisi listrik yang tidak stabil tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dikhawatirkan menyebabkan kerusakan berbagai peralatan elektronik di rumah mereka.

 

Berdasarkan keluhan warga dan hasil penelusuran di lapangan, gangguan tegangan listrik disebut lebih sering dirasakan pada malam hari. Bahkan, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami listrik padam, sementara tegangan yang naik-turun membuat warga khawatir terhadap keselamatan perangkat elektronik mereka.

 

Kerugian materiil pun disebut terus bertambah karena sejumlah peralatan elektronik warga mengalami kerusakan.

 

Ketua RT 10 Dusun 04, Zulpatdeli, S.H., membenarkan adanya keluhan tersebut.

 

Menurutnya, pihak RT telah berulang kali menyampaikan persoalan itu kepada pihak pengembang yang diwakili Bambang Hermanto, S.H., S.PN., M.M., namun hingga kini warga mengaku belum mendapatkan solusi yang dinilai memuaskan.

 

“Warga sudah melaporkan ke RT, dan RT sudah terus menyampaikan keluhan ini ke pihak pengembang sejak lama. Namun pengembang belum memberikan solusi terbaik. Banyak alat elektronik warga yang rusak karena listrik selalu spanning, dan kami sangat kecewa masalah ini berlarut-larut,” ungkap Zulpatdeli.

 

Warga berharap pihak pengembang tidak mengabaikan persoalan tersebut dan segera melakukan langkah konkret untuk memastikan jaringan serta pasokan listrik di kawasan perumahan berjalan normal dan aman.

 

Warga juga meminta adanya pemeriksaan teknis terhadap instalasi maupun jaringan listrik di kawasan tersebut agar penyebab gangguan dapat diketahui secara jelas dan tidak terus menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

 

Apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan penyelesaian, warga menyatakan akan mempertimbangkan menempuh jalur hukum serta melibatkan instansi dan pihak berwenang terkait guna memperoleh kepastian dan perlindungan atas hak mereka sebagai konsumen.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan warga tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *