Maumere, DelikKasus86. Com. – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH, atau akrab disapa JPYK, secara resmi melaunching Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Desa Lepolima, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur,.
Peluncuran program tersebut terjadi pada Selasa 17 / 06/2025 yang ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan Piagam Desa Cantik oleh Bupati Sikka, Kepala BPS Kabupaten Sikka, Kadis Kominfo Kabupaten Sikka, Kadis PMD Kabupaten Sikka, serta Penjabat Kepala Desa Lepolima.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala BPS Kabupaten Sikka, Kristanto Setyo Utomo, SST, M.Si, Kadis Kominfo Kabupaten Sikka, Very Awales, Kadis PMD Kabupaten Sikka, Lambertus Sol Keytimu, SE, Sekcam Alok Timur, Fidelia Kolumba, S.Sos, Pj. Kepala Desa Lepolima, Ketua dan Anggota BPD Desa Lepolima, Lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan undangan lainnya.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melalui kadis Infokom Verry Awalles dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) atas kemitraan strategis dalam mendorong desa berbasis data.
“Desa Cantik adalah fondasi penting dalam memastikan bahwa setiap program pembangunan benar-benar menyasar kebutuhan nyata masyarakat. Ketika desa memiliki data yang akurat dan mutakhir, maka perencanaan pembangunan akan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.” Ujar Bupati kata Awalles
Lebih lanjut Awalles, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan perangkat daerah dalam mengelola data sebagai dasar perumusan kebijakan publik.
“Saya berharap Desa Lepolima bisa menjadi contoh bagaimana desa bisa mandiri dalam statistik, dan menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Sikka,” tambahnya.
Sementara itu, dalam laporannya, kata Awalles, Kepala BPS Kabupaten Sikka, Kristanto Setyo Utomo, SST, M.Si juga menjelaskan bahwa program Desa Cantik merupakan inisiatif BPS secara nasional yang bertujuan untuk meningkatkan literasi statistik di tingkat desa; menguatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data, serta; mengembangkan data mikro yang lebih akurat untuk mendukung pembangunan desa.
“Desa Lepolima dipilih karena memiliki komitmen kuat, perangkat desa yang siap, serta dukungan penuh dari para pemangku kepentingan, termasuk Bupati dan OPD terkait. Ini menjadi pondasi kuat dalam pengembangan data sektoral yang lebih presisi,” jelasnya.
Kristianto juga menegaskan kata Awalles, BPS akan terus memberikan pendampingan teknis, pelatihan, dan supervisi kepada desa-desa yang tergabung dalam program Desa Cantik agar bisa menjalankan fungsi statistik secara berkelanjutan.
Dia berharap, Program Desa Cantik menjadi langkah nyata dalam mewujudkan transformasi tata kelola data dari bawah, sebagai bagian dari strategi pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy), sekaligus mendukung agenda Satu Data Indonesia di tingkat lokal, ” tutupnya.
Penulis : Jusuf Perwakilan SH.















Users Today : 741
Users Yesterday : 675
Users Last 7 days : 3189
Users This Month : 4288