Dituding Mesum dan Dikeroyok, Anggota DPRK Aceh Singkil Dari Fraksi PAN Beri Klarifikasi: “Saya Dijebak dan Difitnah!”

DK86- BREAKING NEWS

Aceh Singkil | delikkasus86.com ~ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil berinisial H, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), akhirnya memecah kesunyian terkait pemberitaan viral yang menyeret namanya. Dengan tegas, H membantah tuduhan perbuatan tidak senonoh (mesum) dan menyatakan dirinya sebagai korban pengeroyokan.

Kronologi Kejadian: Niat Berobat, Berujung Penganiayaan

Dalam klarifikasi resminya pada Kamis (29/1/2026), H menjelaskan bahwa kehadirannya di sebuah rumah di kawasan desa sumber mukti Gunung Meriah murni untuk menjalani pengobatan tradisional (kusuk). Ia mengaku kondisi fisiknya saat itu sedang menurun.

“Narasi yang beredar itu hoaks. Saya dijebak. Saya memang sering ke rumah ibu tersebut untuk kusuk karena sudah dianggap keluarga sendiri. Hari itu saya tiba sekitar pukul 16.00 WIB, terlambat dari jadwal biasanya pukul 14.00 WIB karena kondisi badan kurang fit,” ujar H.

H menekankan bahwa saat kejadian, ia sedang duduk di sofa ruang tamu dengan kondisi pintu depan terbuka lebar—sebuah fakta yang menurutnya mematahkan tuduhan perbuatan asusila yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Detik-Detik Penyerangan

Baru sekitar 15 menit berada di lokasi, suasana tenang berubah menjadi mencekam. H mengaku tiba-tiba didatangi oleh tiga pemuda yang tidak dikenal. Tanpa basa-basi, ketiga pemuda tersebut langsung melakukan tindakan anarkis.

“Saya langsung dipukul sebanyak lima kali, mengenai bagian muka hingga perut, seperti yang terlihat dalam rekaman video. Saya dibentak dan dituduh melakukan hal-hal yang tidak pernah saya lakukan. Saya tidak berdaya saat dianiaya,” ungkap sang legislator dengan nada kecewa.

Siapkan Langkah Hukum Tegas

H sangat menyayangkan adanya penggiringan opini negatif di media sosial yang menghakimi dirinya sebelum fakta terungkap. Baginya, kejadian ini merupakan fitnah keji yang sengaja dirancang untuk merusak nama baik dan karier politiknya.

Ia memperingatkan pihak-pihak yang memprovokasi atau menyebarkan informasi palsu bahwa dirinya siap menempuh jalur hukum. “Ini adalah kesalahpahaman yang dipaksakan. Jika perusakan nama baik ini terus berlanjut, saya akan mengambil langkah hukum tegas. Ini sudah termasuk penganiayaan dan fitnah luar biasa,” pungkasnya.

Harapan Pemulihan Nama Baik

Kini, publik Aceh Singkil menanti kejelasan lebih lanjut dari pihak berwenang. H berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan video atau narasi yang tidak utuh. Ia juga meminta pihak terkait untuk menjadi penengah agar situasi di Aceh Singkil tetap kondusif dan integritasnya sebagai wakil rakyat dapat dipulihkan.{*}

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *