Dua Balita Tewas di Samarinda, Ayah Kandung Jadi Pelaku

DK86- BREAKING NEWS

SAMARINDADELIKKASUS86.COM – Tragedi memilukan mengguncang warga Gang Bakri 1, Jalan Rimbauan 1, Kelurahan Karang Anyar, Sungai Kunjang, Jumat sore (25/07/2025). Dua balita laki-laki, masing-masing berusia 2 dan 3 tahun, ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah. Ironisnya, pelaku diduga adalah ayah kandung mereka sendiri.

Suasana duka mendalam terasa di permukiman warga. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh sang nenek, yang pulang kerja dan mendapati kedua cucunya tak bernyawa. Keduanya ditemukan dengan lilitan sarung bermotif kotak-kotak di leher.

“Posisi anak-anak sudah tidak bernyawa. Neneknya baru pulang dari kerja, dan mendapati cucunya dalam kondisi seperti itu,” ujar Sri Hartati, tetangga sekaligus kerabat pelaku, kepada media.

Sri juga menceritakan momen dramatis ketika sang nenek mencoba membuka lilitan sarung demi menyelamatkan cucunya, namun justru diserang dari belakang oleh pelaku hingga terjatuh.

“Si nenek itu sempat nolong, membuka sarung di leher cucunya. Tapi pelaku malah menerjang dari belakang. Nenek sempat sembunyi karena syok,” kisah Sri.

Pelaku disebut baru saja pulang dari kuburan sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Warga menduga ia mengalami gangguan jiwa akibat tekanan batin dan penyakit yang dideritanya.

Ketua FKPM Sungai Kunjang, Suprayidno, mengatakan bahwa pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian saat ia tiba di lokasi.

“Pelaku yang merupakan ayah kandung korban sudah diamankan di Polsek Sei Kunjang. Sementara korban sempat dibawa ke RS Hermina,” ucap Suprayidno.

Keterangan waktu kejadian juga diperkuat oleh Babinsa Karang Anyar, Sertu Mahyuni, yang menyebut peristiwa terjadi sesaat setelah waktu salat Ashar.

“Dugaan sementara, kedua balita dicekik menggunakan sarung. Namun, semua masih dalam tahap penyelidikan,” tegas Mahyuni.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, AKP Agung Sibiyantoro, memastikan pelaku telah diamankan. Rencananya, pelaku akan menjalani observasi di Rumah Sakit Jiwa untuk memeriksa kondisi kejiwaannya.

“Langkah awal, kita akan observasi dulu kondisi psikologis pelaku di RSJ,” jelas Agung.

Kasus ini masih terus didalami oleh aparat kepolisian guna mengungkap motif dan kronologi lengkap tragedi kelam ini.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *