Dua Warga Bertetangga di Desa Lera Bertahan Hidup dari Upah Jahit Atap

DK86- BREAKING NEWS

Lutim.delikkasus86.com Dua warga kurang mampu yang tinggal berdampingan di Desa Lera, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, bertahan hidup dengan mengandalkan upah menjahit atap rumbia.

Kedua warga tersebut, yakni Yustin (55) dan Feni Pa’at (67) pekerjaan setiap hari jadi buruh mengerjakan pesanan atap rumbia milik warga sekitar. Upah yang diterima pun tidak menentu, tergantung jumlah pesanan yang masuk. Dalam sehari, mereka hanya mampu menyelesaikan beberapa lembar atap dengan bayaran yang relatif kecil.

“Kalau ada pesanan, baru kami bisa beli beras. Kadang seminggu tidak ada yang pesan,” ujar Feni Pa’at saat ditemui, Selasa (3/3/2026) di kediamannya.

Rumah yang mereka tempati terbuat dari material sederhana. Sebagian dinding terlihat lapuk dan atap sudah mulai bocor. Perabotan rumah tangga pun sangat terbatas. Untuk kebutuhan listrik dan air, mereka harus berhemat setiap hari.

Kondisi ini mendapat perhatian warga sekitar yang berharap adanya bantuan dari pemerintah. Mereka menilai kedua keluarga tersebut layak mendapatkan bantuan sosial maupun program pemberdayaan ekonomi.

Hingga berita diturunkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Luwu Timur hingga saat ini belum klarifikasi soal kedua warga yang belum terdaftar untuk dapat diusulkan melalui pemerintah desa setempat agar diverifikasi sesuai prosedur.

Kisah dua warga bertetangga ini menjadi gambaran bahwa masih ada masyarakat yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah maupun pihak swasta dan dermawan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *