BOLMUT SULUT — DELIKKASUS86.COM – Dunia pendidikan kembali diguncang oleh tindakan tidak terpuji yang melibatkan seorang oknum guru di SDN 3 Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Dalam sebuah video yang yang berdurasi kini viral di media sosial, terlihat jelas suasana panas di ruang guru yang memuncak menjadi aksi perusakan fasilitas sekolah oleh oknum berseragam dinas.
Peristiwa ini bermula dari adu argumen antara dua tenaga pendidik yang terjadi di lingkungan sekolah. Namun yang membuat publik tercengang adalah bagaimana perdebatan itu berubah menjadi insiden penuh amarah, di mana salah satu guru terlihat membanting dan mendorong properti sekolah dalam luapan emosinya.
Teladan yang Tercoreng di Tempat Pendidikan
Sebagai profesi mulia, guru diharapkan menjadi figur panutan, bukan sumber konflik dan kerusakan. Namun kejadian di SDN 3 Kaidipang ini justru menunjukkan sebaliknya. Aksi destruktif di dalam institusi pendidikan, apalagi dilakukan oleh guru, menjadi tamparan keras bagi marwah dunia pendidikan itu sendiri.
“Ini bukan hanya soal rusaknya kursi atau meja, tapi rusaknya nilai-nilai moral dan karakter yang seharusnya ditanamkan kepada siswa,” ujar salah satu pengamat pendidikan lokal.
Ledakan Emosi Jadi Konsumsi Publik, Warga Desak Tindakan Tegas
Viralnya video tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat dan netizen. Rasa kecewa, marah, dan prihatin bercampur menjadi satu dalam ribuan komentar yang mendesak agar oknum guru tersebut diberikan sanksi tegas.
“Kalau tidak bisa mengendalikan emosi, jangan jadi guru! Fasilitas sekolah itu dibeli dari uang rakyat!” tulis seorang netizen dengan nada geram.
Seorang warga Kaidipang yang enggan disebutkan namanya juga menyayangkan peristiwa itu:
“Kami titipkan anak-anak kami untuk dididik, bukan untuk melihat bagaimana seorang guru kehilangan kendali dan merusak fasilitas negara di depan umum. Ini sangat memalukan.”
Dinas Pendidikan Bolmut Diminta Bertindak
Hingga berita ini diturunkan, publik terus menanti sikap resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmut. Masyarakat berharap agar tindakan ini tidak dianggap remeh, melainkan dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan tenaga pendidik.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan karakter bukan hanya slogan, melainkan tanggung jawab nyata yang harus dimulai dari para pendidiknya sendiri.















Users Today : 756
Users Yesterday : 675
Users Last 7 days : 3204
Users This Month : 4303