Maumere, DelikKasus86. Com. – event bergensi Teka Iku Cup Season ll bukan sekadar pertandingan bola voli. Tetapi merupakan panggung kehormatan, sebuah momentum kebangkitan, dan refleksi sejarah perjuangan tokoh besar kita, Moan Teka dan Moan Iku.
Demikian sampaikan Bupati Sikka Juventus Yoris Prima Kago SH dalam sambutannya ketika membuka dengan resmi Teka Iku Cup Season ll di lapangan voli Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu, 12/07/2025.

Bupati katakan, Teka Iku diakui secara nasional sebagai Pahlawan Nasional. Dan cara kita menghormati jasa beliau bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui aksi nyata, menanamkan nilai perjuangan dan semangat pantang menyerah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam bidang olahraga.
” Teka Iku Cup adalah ruang untuk mengasah talenta, menjunjung sportivitas, dan mempererat persaudaraan. Di sinilah kita menjadi saksi bahwa Sikka adalah tanah para pejuang, tanah yang melahirkan generasi tangguh, kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi fair play, ” pinta Bupati JYPK.
Lebih lanjut aktivis PMKRI Cabang Kupang ini mengakui,
Nama besar Teka Iku tidak dapat kita lepaskan dari sejarah panjang perjuangan rakyat Sikka melawan penjajahan. Ia adalah simbol perlawanan, keberanian, dan harga diri. Teka Iku ditangkap karena kegigihannya melawan kekuasaan kolonial Belanda. Ia dibawa dari Maumere dengan kapal perang Kapal Pelikan, diasingkan dari Larantuka ke Kupang, hingga akhirnya ke Sawalunto, Sumatera Barat—tempat pembuangan para pejuang bangsa
Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, S. Fil, bersama segenap anggota DPRD, Sekretaris KONI Kabupaten Sikka, Marten Luther Aji, SE, Ketua PBVSI Kabupaten Sikka, Yosef Nong Sony, S.Pi beserta seluruh pengurus PBVSI, Ketua Panitia dan seluruh anggota panitia, Para wasit dan juri, Petugas keamanan dari Polres Sikka, manajer, ofisial, dan atlet bola voli kebanggaan Nian Tana Sikka.
Pengurus PSI Pusat itu juga mengatakan salah satu olahraga favorit rakyat serta bola voli telah menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat Sikka. Dari gang-gang kecil kampung, hingga lapangan desa, dari pesisir hingga pegunungan, olahraga ini telah mengakar kuat dan tumbuh sebagai alat pemersatu.
Penulis : Jusuf Porwaila SH.
















Users Today : 755
Users Yesterday : 675
Users Last 7 days : 3203
Users This Month : 4302