GEMPAR! SADRI ONDANG JAYA AJAK WARGA ACEH SINGKIL RAIH KEABADIAN LEWAT LITERASI DI PELATIHAN MENULIS KREATIF GRATIS

DK86- BREAKING NEWS

ACEH SINGKIL, Delikkasus86.com ~ Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil berhasil menggelar pelatihan menulis kreatif gratis yang sangat dinanti, menghadirkan sosok penulis dan pemateri terkemuka, Bapak Sadri Ondang Jaya. Acara yang berlangsung meriah di kantor perpustakaan dan arsip. Singkil Utara, Aceh Singkil, pada Kamis 10 Juli 2025, tidak hanya menarik minat pegiat literasi, tetapi juga membuka cakrawala baru bagi para peserta.

Dalam sesinya yang inspiratif, Sadri Ondang Jaya menekankan esensi menulis dengan mengutip William Shakespeare: “Jika ingin dikenang setelah kematian Anda, maka menulislah.” Ia juga memperkuat pesan tersebut dengan seruan dari penulis kawakan Indonesia, Gol A Gong, yang melalui bukunya mengingatkan, “Jangan sampai tidak menulis seumur hidup!” Pesan-pesan ini menggema, membangkitkan semangat para peserta untuk menorehkan gagasan dan cerita.

Salah satu momen menarik adalah ketika Masijal, mantan alumni SMK Gosong Telaga Barat, berbagi pengalamannya. “Saya pernah menulis tujuh tahun lalu dengan judul ‘Saya Ingin Berhenti Merokok’, namun penulisan saya terhenti dan sulit dilanjutkan,” ungkapnya. Pengakuan Masijal ini mencerminkan tantangan umum yang dihadapi penulis, dan menjadi titik awal diskusi tentang kiat mengatasi kebuntuan ide.

Menyikapi antusiasme peserta, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil, Bapak Ali Hasmi, SE., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi. Beliau menegaskan komitmen Dinas untuk mendukung karya tulis masyarakat. “Sebenarnya, tulisan yang sudah siap sampai mana pun, bisa dikirim ke perpustakaan. Kami akan bantu proses penyuntingan dan jika memungkinkan, akan diterbitkan secara digital,” jelas Ali Hasmi.

Lebih lanjut, Ali Hasmi menginisiasi pembentukan komunitas menulis di Aceh Singkil. “Kita bantu saja, makanya nanti cocoknya kita buat komunitas. Kalau saya sarankan namanya ‘Komunitas Menulis Aceh Singkil’,” usulnya. Komunitas ini diharapkan menjadi wadah bagi para penulis untuk saling mendukung dan mengembangkan diri.

Dinas Perpustakaan juga membuka pintu bagi siapa saja, termasuk anak sekolah, yang ingin berkarya. “Bukan hanya tulisan berat, contoh puisi atau pantun pun bisa dikirim ke perpustakaan. Kami akan terbitkan secara terjadwal, misalnya hari Senin untuk jenis tulisannya apa, dan hari Kamis untuk jenis tulisan seperti apa dan lain sebagainya,” tambah Ali Hasmi. Ide ini bertujuan untuk mendorong minat menulis sejak dini dan memberikan platform bagi karya-karya lokal.

Komunitas yang akan terbentuk juga direncanakan untuk memanfaatkan media sosial, seperti Facebook, untuk publikasi yang lebih luas. “Jika karya-karya yang terkumpul banyak, kita akan buat antologinya. Bahkan, jika ada karya individu, kami bisa terbitkan secara digital dan bantu visualisasinya, seperti karakter kartun untuk cerita anak-anak,” papar Ali Hasmi, mengacu pada contoh buku “Pendekar Kebun Bawang” dengan ilustrasi digital.

Diharapkan, setelah pelatihan ini, komunitas menulis akan semakin aktif dan produktif, menjadi garda terdepan dalam memajukan literasi dan karya tulis di Aceh Singkil.[]

[Khalikul Sakda]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *