SULAWESI UTARA – DELIKKASUS86.COM — Harga komoditas kopra di Kota Manado kembali mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Terbaru, harga kopra turun dari sebelumnya Rp 21.900 menjadi Rp 20.000 per kilogram, berdasarkan data yang dihimpun pada Sabtu, 14 Juni 2025.
Meski turun, kondisi ini belum dianggap mengkhawatirkan oleh sejumlah pelaku usaha dan petani. Ida, salah satu pemilik gudang kopra di Kelurahan Calaca, menyebutkan bahwa penurunan ini terjadi karena permintaan dari luar daerah berkurang, yang otomatis berdampak pada harga lokal.
“Benar, harga kembali turun karena permintaan dari luar kota Manado sedang menurun,” ujar Ida saat ditemui di gudangnya.
Namun demikian, Ida menyebut harga kopra saat ini masih menguntungkan bagi petani, terutama jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu, harga tertinggi cuma Rp 10 ribu per kilogram. Sekarang masih dua kali lipatnya. Jadi meski turun, petani masih bisa dapat untung,” jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan Heri, seorang petani kelapa di kawasan Manado. Menurutnya, penurunan harga saat ini belum sampai pada titik yang merugikan.
“Harga sekarang masih bagus, petani tidak rugi. Yang penting kami tetap semangat dan berharap harga jangan terus turun,” katanya.
Heri juga menyampaikan harapan agar pemerintah bisa mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga, agar petani tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Manfaat Kopra yang Tak Banyak Diketahui
Di balik fluktuasi harganya, kopra memiliki nilai ekonomis tinggi dan manfaat luas di berbagai sektor industri:
🔹 Bahan baku minyak kelapa – digunakan dalam makanan, kesehatan, dan kosmetik
🔹 Industri makanan – sebagai bahan dalam pembuatan kue, camilan, dan produk olahan kelapa
🔹 Kosmetik dan perawatan tubuh – minyak kelapa dari kopra digunakan untuk sabun, pelembap, dan parfum
🔹 Pakan ternak – hasil samping kopra (copra meal) kaya akan protein dan berguna untuk pakan sapi dan kuda
🔹 Bahan industri lainnya – digunakan dalam pembuatan sabun, sampo, deterjen, gliserin, bahkan karet sintetis
🔹 Masa simpan panjang – kopra kering lebih awet dibanding kelapa segar karena kadar air rendah
Dengan segala potensi manfaat dan nilai ekonomisnya, stabilitas harga kopra menjadi harapan bersama, baik bagi petani, pedagang, hingga pelaku industri hilir di Sulawesi Utara. Pemerintah pun diharapkan hadir untuk menjembatani kebutuhan pasar dengan kesejahteraan petani lokal.














Users Today : 475
Users Yesterday : 206
Users Last 7 days : 3397
Users This Month : 7508