Aceh Singkil | delikkasus86.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Singkil, H. Edy Widodo, SKM., M.Kes, memberikan penekanan luar biasa saat membuka Forum Gabungan Perangkat Daerah/Lintas Sektor yang berlangsung di Aula Bappeda Pulo Sarok, Senin (20/04/2026). Dalam forum strategis tersebut, Sekda mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk segera keluar dari zona nyaman.

Berikut adalah poin-poin krusial yang ditegaskan Sekda dalam sambutannya:
1. Reformasi Mindset: “Aceh Singkil Butuh Lompatan, Bukan Langkah Kaki yang Lambat”
Sekda Edy Widodo secara terbuka menginstruksikan penghentian pola kerja rutinitas yang datar. Menurutnya, kompleksitas tantangan di tahun 2026 tidak lagi bisa dijawab dengan irama kerja biasa-biasa saja.

“Jika cara kerja kita tidak berubah, maka hasilnya tidak akan pernah berubah. Aceh Singkil membutuhkan lompatan besar, bukan langkah kecil yang stagnan,” tegas Sekda di hadapan para Kepala SKPK dan Camat.

2. Orientasi Hasil: Anggaran Harus Menjawab Persoalan Rakyat, Sekda menekankan bahwa keberhasilan pemerintah daerah tidak lagi diukur dari seberapa banyak program yang dibuat atau seberapa cepat anggaran habis diserap, melainkan pada dampak nyata (Outcome) di lapangan. Fokus utama diarahkan pada tiga indikator kunci:
Penurunan angka kemiskinan secara signifikan.
Penekanan angka stunting.
Peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara merata.
Setiap rupiah dari anggaran daerah harus dipastikan memberi manfaat langsung. Program yang hanya sekadar memenuhi daftar kegiatan namun minim dampak akan dievaluasi secara total.
3. Ultimatum Data Recovery Pasca Bencana 2025
Terkait pemulihan pasca bencana hidrometeorologi November 2025, Sekda memberikan peringatan keras mengenai integritas data. Bantuan stimulun rumah rusak dan Jaminan Hidup (Jadup) adalah hak masyarakat yang sangat sensitif.
“Saya tegaskan, jangan bermain-main dengan data! Data adalah dasar kebijakan. Jika datanya manipulatif atau tidak akurat, kebijakannya salah sasaran, dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah akan runtuh,” ujarnya dengan nada serius.
Beliau meminta BPBD, Dinas Sosial, Camat, hingga Kepala Desa untuk melakukan validasi data secara transparan, akuntabel, dan bebas dari kepentingan pribadi.
4. Akselerasi Investasi dan Infrastruktur, Sektor ekonomi menjadi pilar utama pembangunan. Sekda menginstruksikan percepatan konektivitas antarwilayah dan perbaikan infrastruktur dasar.
Selain itu, ia memerintahkan reformasi birokrasi di bidang perizinan.
Pangkas birokrasi yang berbelit.
Ciptakan sistem pelayanan yang cepat dan transparan.
Berikan kepastian hukum dan waktu bagi investor.
5. Keberanian Mengambil Keputusan,
Sekda mengingatkan agar para pimpinan perangkat daerah tidak “bersembunyi” di balik prosedur administratif untuk menunda tindakan. Regulasi harus dijadikan alat untuk percepatan, bukan alasan untuk tidak berbuat apa-apa.
“Kesalahan prosedur bisa diperbaiki, tetapi kelambanan dalam bertindak seringkali menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat,” imbuhnya.
Harapan dan Sinergi Lintas Sektor, Menutup sambutannya, H. Edy Widodo mengajak seluruh peserta forum untuk menghilangkan ego sektoral. Forum Gabungan ini harus menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar kesepakatan formalitas di atas kertas.
Acara ini dihadiri oleh Kepala BPS Aceh Singkil, para Asisten, Staf Ahli Bupati, seluruh Kepala SKPK, serta Camat se-Kabupaten Aceh Singkil. Forum ini diharapkan menjadi titik balik bagi percepatan pembangunan Aceh Singkil yang lebih tangguh dan sejahtera di tahun 2026.[]
Laporan: Khalikul Sakda.
















Users Today : 164
Users Yesterday : 350
Users Last 7 days : 4190
Users This Month : 11240