Delikkasus86.com – Pangandaran – Senin 17 November 2025.
“Verifikasi Sebelum Membagikan, Klarifikasi Sebelum Mempercayai”
Dalam rangka menjaga ketertiban informasi dan mencegah meluasnya provokasi yang dapat memecah belah masyarakat, kami menggaungkan Kampanye Nasional Anti Provokasi & Disinformasi sebagai upaya menciptakan ruang publik yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.
Fenomena penyebaran provokasi, hoaks, dan fitnah di media sosial kini semakin meningkat. Banyak narasi tidak jelas asal-usulnya, memuat tuduhan tanpa bukti, serta berpotensi menyesatkan masyarakat. Konten provokatif semacam ini tidak hanya merusak reputasi seseorang atau lembaga, tetapi juga dapat memicu konflik horizontal dan mengganggu stabilitas keamanan.
Melalui kampanye ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk:
1. Memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya.
2. Menghindari konten yang bersifat mengadu domba, fitnah, atau provokatif.
3. Tidak ikut menyebarkan emosi, terutama ketika membaca informasi yang memancing kemarahan.
4. Mengutamakan klarifikasi dan dialog dalam menyikapi perbedaan pendapat.
5. Mendukung literasi digital sebagai pondasi utama melawan disinformasi.
Ruang digital yang sehat hanya bisa terwujud bila seluruh elemen bangsa mengambil peran aktif. Untuk itu kami menyerukan:
“Stop Provokasi, Stop Hoaks, Stop Fitnah.”Jangan Hancurkan Indonesia Dengan Adanya Adu domba ataupun Pemberitahan ujar kebencian dan Hoaks
“Verifikasi Dulu, Baru Bagikan.”
Mari bersama-sama menjaga persatuan Dan kesatuan Republik Indonesia, kedamaian, dan kecerdasan publik.
Informasi yang benar menguatkan bangsa Indonesia, sedangkan provokasi justru merusak kesatuan dan kesatuan bangsa rakyat Indonesia.
















Users Today : 530
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 4682
Users This Month : 12747