MALUT – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Ketua Umum Forum Membangun Desa (FORMADES), Junaidi Farhan, menyampaikan pidato politik, sosial, dan budaya yang menyoroti pentingnya desa sebagai pondasi utama kemajuan bangsa.
Dalam pidatonya, Junaidi mengawali dengan salam persatuan dan mengutip pesan Bung Karno yang masih relevan hingga kini:
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
Menurutnya, tantangan masa kini bukan lagi penjajahan bersenjata, melainkan kebijakan timpang dan pembangunan yang kerap meminggirkan desa.
“Penjajahan sekarang datang lewat kebijakan yang tidak berpihak, pembangunan yang tidak merata, serta janji manis yang menjadikan desa hanya sebagai objek, bukan subjek kemajuan,” tegasnya.
FORMADES sebagai Penjaga Kedaulatan Desa
Junaidi menegaskan, FORMADES hadir sebagai wadah perjuangan rakyat desa. Bukan sekadar penerima mandat administratif, FORMADES disebutnya sebagai benteng terakhir hak-hak desa, pengawas kritis pembangunan, serta penggerak perubahan dari akar rumput.
“Desa adalah pondasi peradaban bangsa. Jika desa kuat, bangsa akan berdiri tegak. Tetapi jika desa rapuh, negara pun akan terguncang,” ucapnya.
Dalam orasinya, ia menekankan empat peran penting FORMADES:
1. Benteng terakhir bagi hak-hak desa dan rakyatnya.
2. Jembatan aspirasi hingga ke ruang pengambilan keputusan.
3. Teladan integritas, yang tidak bisa dibeli kepentingan sesaat.
4. Motor penggerak semangat gotong royong, kemandirian, dan perlawanan terhadap kebijakan tidak adil.
Perjuangan Nyata di Lapangan
Junaidi juga mengingatkan bahwa perjuangan FORMADES tidak boleh berhenti di ruang rapat, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.
“Perjuangan kita menuntut konsistensi di tengah tekanan, keberanian di tengah ancaman, dan kerja nyata demi rakyat desa,” ujarnya.
Pidato ditutup dengan kutipan Tan Malaka:
“Tujuan kita ialah kemerdekaan politik, ekonomi, dan kebudayaan bagi seluruh rakyat.”
Junaidi menegaskan bahwa kemerdekaan sejati hanya akan terwujud jika dimulai dari desa.
“Hidup Desa! Hidup FORMADES! Merdeka!” serunya menutup pidato penuh semangat tersebut.















Users Today : 206
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4927
Users This Month : 12992