Enrekang, Sulawesi Selatan || delikkasus86.com — Kabar membanggakan datang dari Bumi Massenrempulu. Kopi arabika asal Kabupaten Enrekang resmi menembus pasar internasional setelah Koperasi Etika melakukan ekspor perdana ke Korea Selatan, pada Jumat, 7 November 2025.
Sebanyak 1 ton kopi arabika hasil panen petani lokal diberangkatkan melalui kerja sama antara Koperasi Etika dan Gugah Nurani Indonesia (GNI). Komoditas unggulan ini berasal dari empat wilayah penghasil kopi terbaik di Enrekang, yaitu Tobalu, Bontongan (Kalimbua), Benteng Alla Utara, dan Bungin Palembomban.
Ketua Koperasi Etika, Saim, menyampaikan bahwa ekspor perdana ini menjadi tonggak sejarah bagi para petani kopi Enrekang. Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi antara petani, koperasi, serta berbagai pihak pendukung dalam meningkatkan mutu dan pemasaran kopi arabika Enrekang.
“Ekspor ini menjadi awal yang baik untuk memperluas jangkauan kopi Enrekang di pasar global. Kami ingin menjadikan koperasi sebagai pusat pemasaran kopi petani sekaligus memperluas jaringan kemitraan internasional,” ujar Saim.
Senada, Ketua GNI Magamo menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan petani lokal melalui pendampingan kualitas, sertifikasi, dan akses pasar internasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Enrekang, Hasbar, menyebut keberhasilan ekspor perdana ini merupakan bukti nyata bahwa kopi arabika Enrekang memiliki kualitas unggul dan diminati pasar luar negeri.
“Sesuai arahan Bapak Bupati, ekspor perdana ke Korea Selatan ini diharapkan membuka jalan bagi ekspor berikutnya dengan melibatkan lebih banyak koperasi dan pelaku UMKM di Enrekang,” ujar Hasbar.
Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat branding kopi Enrekang sebagai salah satu kopi arabika terbaik dari Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah berencana terus mendorong peningkatan kapasitas petani dan pengolahan pascapanen agar kualitas produk tetap terjaga di pasar internasional.
Dengan ekspor perdana ini, Kabupaten Enrekang semakin menegaskan posisinya sebagai daerah penghasil kopi arabika berkualitas tinggi di Indonesia sekaligus membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan petani lokal.
Laporan: Sudirman
















Users Today : 47
Users Yesterday : 569
Users Last 7 days : 4768
Users This Month : 12833