Delikkasus86 Com Lebak-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kini kembali menjadi sorotan publik setelah tim media menemukan dugaan ketidak sesuaian antara nilai anggaran dan kualitas menu yang disajikan kepada siswa. dan makanan banyak yang terbuang sebanyak 2400 kurang lebih di Desa Sangiang , Kecamatan maja , Kabupaten lebak, 04, 08, 2026
Penelusuran dilakukan wartawan melalui pantauan langsung di mana menu yang dibagikan terdiri dari, goreng tahu, buncis wortel, di buang begitu saja makanan tersbut
Berdasarkan penilaian harga bahan pokok di pasaran, menu tersebut diduga tidak mencapai nilai Rp10.000 per porsi, padahal program MBG dibiayai anggaran pemerintah yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah secara layak dan seimbang.
Salah Seorang ibu wali murid.Menilai bahawa makanan gizi ketidak sesuaian, Akhirnya Makan tersbut anak sekolah tidak mau memakan
“Saya melihat langsung menu yang dibagikan kepada anak saya. Kalau dihitung dari bahan-bahannya, jelas tidak sampai sepuluh ribu. Program ini seharusnya memperhatikan kualitas dan keseimbangan gizi anak-anak, bukan sekadar formalitas,” ujarnya dengan nada kecewa.
Tim media selanjutnya menelusuri sumber penyedia makanan, yaitu di dapur Satuan Pemenuhan Pangan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Yayasan Mitra Wahid kebumen beralamat di Jalan Raya cirompang RT,003 RW ,004 Desa Sangiang Ternyata, dapur tersebut tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP)
Kejadian ini menimbulkan dugaan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Badan Gizi Nasional, segera melakukan evaluasi dan audit terhadap penyedia MBG yang bekerja sama dengan yayasan mitra Wahid kebumen terkait.
Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih dalam upaya melakukan konfirmasi kepada Tim Pelaksana Institusi (TPI) terkait dugaan ketidaksesuaian menu dan dibuang, dan mekanisme distribusi MBG, namun belum mendapatkan tanggapan resmi.
Program MBG seharusnya menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik, bukan justru menimbulkan tanda tanya dan kekecewaan publik akibat dugaan penyimpangan di lapangan.ujarnya
Kami berharap kepada pihak kepala sekolah, jika di berikan makanan ketidak sesuaian dengan menu, Maka pihak kepala sekolah wajib menolak. Jangan diam saja harus komplan kepihak penyedia makanan gizi, Ungkapnya
Agar makanan tersbut di nikmati oleh anak sekolah jangan sampai makanan gizi tersbut anak sekolah tidak memakan nya, pemerintah menyalurkan program makan gizi, bertujuan anak anak sekolah memenuhi gizi, Bukan untuk di buang, Ini sangat merugikan bagi seluruh anak sekolah dan negra, Tandas nya
Saya berharap kepada pihak BGN Lebak Atau BGN pusat dinas dinas terkait Agar segera turun langsung, Menindak yayasan mitra Wahid kebumen, Yang berlokasi di kampung cirompang , Jika temukan pelanggaran maka tindak tegas, Ungkapnya
















Users Today : 433
Users Yesterday : 873
Users Last 7 days : 6291
Users This Month : 2724