Delikkasuss86. com – Jakarta Rabu 5 November 2025
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan pemerintah sangat berhati-hati dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Kekhawatiran utama adalah potensi penyalahgunaan wewenang oleh aparat penegak hukum, terutama terkait kewenangan merampas aset sebelum adanya putusan pengadilan, yang dapat menimbulkan persoalan hak asasi manusia dan prinsip praduga tak bersalah.
Yusril menegaskan bahwa RUU ini tidak hanya menargetkan tindak pidana korupsi semata, tetapi juga merangkul kejahatan judi online (judol) dan peredaran narkotika. Ia menyoroti bahwa kerugian negara dan masyarakat akibat judi online dan narkoba jauh lebih besar dibandingkan jumlah uang yang dikorupsi oleh pejabat negara. Karena itu, instrumen hukum ini sangat penting untuk memberantas lebih luas kejahatan yang berdampak besar secara sosial dan ekonomi.
Menurut Yusril, kejahatan judi online dan narkotika sering kali sulit diungkap karena pelakunya tidak selalu diketahui secara jelas, berbeda dengan korupsi yang pelakunya adalah pejabat negara. Oleh karena itu, penanganannya memerlukan alat hukum yang kuat dan sistematis.
Pemerintah pun menekankan pentingnya tidak hanya fokus pada pemberantasan korupsi, melainkan juga memperhatikan dua kejahatan lain yang sama bahayanya tersebut.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan dampak buruk dari judi online dan narkoba yang merusak tatanan sosial serta ekonomi. Pemerintah berkomitmen mengambil langkah tegas dan sistematik tanpa pandang bulu dalam mengatasi kejahatan tersebut agar tercipta keadilan dan keamanan bagi seluruh warga negara Indonesia .
RUU Perampasan Aset diharapkan menjadi senjata ampuh dalam memperkuat memberantas korupsi dan upaya penegakan hukum terhadap berbagai jenis kejahatan yang merugikan bangsa Indonesia.
Delikkasuss86. com
David Tasti.
















Users Today : 18
Users Yesterday : 401
Users Last 7 days : 3129
Users This Month : 1518