
Samosir_Kepala Sekolah SMPN 1 Harian Santoso Situmorang S.Pd bersama Perwakilan Disdikpora kabupaten Samosir (Pengawas Sekolah) Ruminsar Sinaga, Para Guru Tenaga Pengajar SMPN 1 Harian ,Ketua Komite Sekolah Budiman Sinaga,anggota Komite Sekolah Manimbung Limbong,Perwakilan Orangtua siswa Jonta Sihotang,Para siswa-siswi menyambut kehadiran perwakilan anak perantau asal kenegrian harian yaitu Bapak Mula Parna Sitanggang dan Hardoni Sitohang yang menyumbangkan Alat Musik Tradisional Bata Ke SMPN 1 Harian,pada Jumat 04/09/2026 pukul 09.30 wib

Kepala Sekolah SMPN 1 Harian Santoso Situmorang S.Pd Mengatakan Sangat Terharu kepada Perwakilan Anak Perantau asal kenegrian Harian Selaku Pemerhati pendidikan dan budaya batak yaitu bapak Mula Parna Sitanggang yang menyumbangkan alat musik tradisional Batak ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Harian, merupakan langkah krusial dalam menjaga kelestarian budaya lokal di tengah gempuran modernisasi,Langkah ini membawa berbagai dampak positif yang signifikan bagi ekosistem sekolah dan para siswa,Sebab Pelestarian Budaya Sejak Dini,di Sekolah menjadi wadah utama bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mempraktikkan warisan leluhur kita secara langsung, didalam dunia pendidikan bukan hanya mempelajari pejalaran yang di berikan guru pendidik, Namun Perlu Pengembangan Bakat dan Karakter: Selain mengasah kemampuan musikal (soft skill), bermain musik tradisional secara berkelompok (seperti ansambel Gondang Sabangunan) melatih kedisiplinan, kerja sama tim, dan rasa percaya diri siswa
Alat musik yang disumbangkan Bapak Ivan Sitanggang ini dapat mendukung kegiatan ekstrakurikuler kesenian, mengisi acara formal sekolah, hingga menjadi media pembelajaran berbasis budaya (etnomatematika atau seni budaya.
Santoso Situmorang S.Pd menambahkan bahwa Alat musik tradisional Batak sangat penting dipelajari di sekolah SMP karena memainkan peran strategis dalam menjaga identitas budaya dan membentuk karakter generasi muda. Pada usia SMP, remaja berada dalam fase kritis pencarian jati diri, sehingga pengenalan terhadap seni budaya lokal seperti Gondang Sabangunan, Hasapi, atau Sulim dapat menjadi jangkar moral yang kuat.
Karena di zaman sekarang inj banyak generasi muda yang lebih akrab dengan alat musik modern,Maka dengan Mempelajari musik tradisional Batak memastikan warisan leluhur ini tidak hilang ditelan zaman,Siswa belajar menghargai asal-usul dan identitas budaya mereka sendiri di tengah arus globalisasi,ucap Santoso .

Mula Parna Sitanggang Mengatakan bantuan alat musik tradisional ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak-anak murid dengan mengadakan kegiatan seni di sekolah smp negeri 1 harian
Lebih lanjut,Bapak Mula Parna Sitanggang Mengatakan bahwa bantuan alat musik tradisional ini sangat memiliki Dampak Positif untuk Melestarikan Budaya batak dan Membantu generasi muda (siswa SMP) mengenali, mencintai, dan menjaga kelestarian identitas budaya Batak di tengah gempuran musik modern.
Membuka peluang bagi anak sekolah untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler seni musik tradisional,Mendukung keseimbangan antara kecerdasan akademik di kelas dan pengembangan soft skill serta kecerdasan emosional melalui seni musik,Membantu pihak sekolah mengatasi keterbatasan anggaran pengadaan sarana kesenian

Perwakilan Dinas Dikpora Samosir Ruminsar Sinaga dalam Sambutannya Mengatakan Sangat Mengapresiasi Aksi sosial yang dilakukan oleh anak perantau asal Harian Boho Bapak Mulaparna Sitanggang yang menyumbangkan alat musik tradisional Batak Toba ke sekolah SMPN 1 Harian merupakan langkah nyata yang luar biasa dalam melestarikan warisan budaya lokal (kebudayaan Batak Toba) sekaligus mendukung pendidikan karakter generasi muda di kawasan Danau Toba.
Gerakan mudik atau kepedulian perantau yang menyemangati Para pelajar sekolah di kampung halaman, seperti di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, membawa dampak positif untuk Pelestarian Kebudayaan Sejak Dini kepada Anak-anak usia SMP yang berada pada masa keemasan untuk belajar,dengan adanya bantuan instrumen musik asli seperti Gondang Sabangunan atau Hasapi, para siswa tidak hanya belajar teori tetapi bisa langsung mempraktikkannya. Ini menjadi benteng agar musik tradisi tidak tergerus oleh zaman.
Bantuan alat musik ini dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler seni budaya. Melalui latihan rutin, sekolah dapat melahirkan talenta muda yang siap tampil dalam acara budaya, festival pelajar, hingga menyambut wisatawan yang berkunjung ke daerah Samosir,Ucapnya.

Pada Kesempatan itu juga Mula Parna Sitanggang Membrikan hadiah penyemangat bagi para anak didik yang mendapat juara kelas ,juara 1 juar 2 juara 3 dari setiap kla

















Users Today : 172
Users Yesterday : 579
Users Last 7 days : 5739
Users This Month : 2402