Pemkab Bekasi dan Jajaran Tak Boleh Abai, Kepemimpinan Harus Turun Sampai ke Got, Gotong royong Antisipasi Banji

DK86- BREAKING NEWS

 

Dilikoasus86.com Kamis 22 Januari 2026 – Sekretaris Jenderal Maung Garuda Nusantara (MGN), Roby Nabia, S.H.,
Meminta moral dan politik terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi beserta seluruh jajarannya hingga tingkat perangkat desa, agar tidak lagi bersikap normatif dan reaktif dalam menghadapi persoalan banjir dan buruknya menghadapi persoalan-persoalan sistem drainase , Solokan dan Sampa.

Roby menegaskan, aksi gotong royong yang dilakukan Kepala Desa Karang Asih bersama warga telah membuka cermin besar bagi Pemkab Bekasi. Menurutnya, jika di tingkat desa kepemimpinan mampu turun hadir langsung di lapangan, maka kelalaian di level atas menjadi semakin tidak bisa ditoleransi.

Roby MGN Menjelaskan: Pemkab Bekasi tidak boleh hanya pandai berpolitik membuat program di atas kertas hanya selemonial dan Pencitraan,yang mana rakyat yang akan menjadi , korban banjir

Kepala pemerintahan kabupaten, dinas terkait, camat, hingga perangkat desa wajib turun langsung ke lapangan, melihat got Drenase yang mampet, air yang meluap,dan Sampah dan bisa memahami penderitaan warga,” tegas Roby Nabia, S.H.

Ia menilai, banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi adalah indikator kegagalan kolektif dalam pengawasan dan pemeliharaan lingkungan, bukan semata-mata akibat hujan.

“Kalau got mampet bertahun-tahun dibiarkan, itu bukan bencana alam, itu kelalaian. Dan kelalaian punya penanggung jawab. Jangan berlindung di balik alasan cuaca ekstrem,” lanjutnya.

Sekjen Roby MGN juga memberi peringatan keras kepada jajaran sampai ke tingkat perangkat desa agar tidak bersikap pasif dan menunggu instruksi menunggu banjir baru bergerak,Menurutnya, perangkat desa adalah garda terdepan yang paling tahu kondisi lapangan dan tidak boleh hanya berfungsi administratif.

“Perangkat desa bukan hanya pengisi absen dan laporan. Mereka harus bergerak, mengingatkan warga, mengawasi drainase, dan berani melapor jika ada pembiaran. Kalau semua diam, maka banjir akan terus menjadi langganan,” ujarnya.
Penegasan Akhir.

Sekjen Roby juga menegaskan, jika kepemimpinan daerah gagal hadir secara nyata, maka kepercayaan publik akan runtuh dengan sendirinya. Gotong royong warga tidak boleh dijadikan tameng untuk menutupi lemahnya kinerja struktural pemerintah.

“Saat kepala desa turun ke got, lalu pemkab hanya turun ke podium, di situlah jarak antara pemerintah dan rakyat semakin lebar. Ini peringatan keras: hadir atau dinilai abai oleh rakyat,” pungkas Roby Nabia, S.H.
Dilikasus86. com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *