SULUT – DELIKKASUS86.COM — Di balik tragedi kebakaran kapal penumpang KM Barcelona V, tersimpan kisah menggetarkan hati tentang perjuangan seorang ayah demi menyelamatkan nyawa anaknya yang baru berusia 3 bulan. Bayi kecil bernama Leon, kini menjadi simbol harapan dan keajaiban di tengah musibah yang menimpa ratusan penumpang kapal tersebut.20 Juli 2025
Gisele Awui, ibu dari Baby Leon, menceritakan detik-detik mencekam saat api mulai melalap kapal di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara. Bersama suaminya Yongki Papalapu dan mertua mereka, Gisele hanya berhasil mendapatkan dua pelampung saat panik menyelimuti seluruh dek kapal.
Tanpa ragu, Yongki mengambil keputusan penuh pengorbanan: satu pelampung dikenakan untuk mertuanya, satu lagi untuk sang istri. Sementara itu, ia sendiri memilih menggendong Baby Leon tanpa pelampung, dan meminta semuanya melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Dalam lompatan itu, Baby Leon tercebur ke laut dan sempat tenggelam beberapa meter ke dalam air. Namun keajaiban terjadi. Sang bayi berhasil mengapung dan bertahan di atas sebuah cool box yang ditemukan ayahnya di lautan. Selama hampir satu jam, tubuh mungil itu terendam air laut dan terpapar sinar matahari, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga setempat.
Setelah dilarikan ke RS Sentra Medika, hasil pemeriksaan toraks menunjukkan adanya cairan di paru-paru Baby Leon, sehingga ia harus menjalani perawatan intensif. Kondisinya kini masih dalam pengawasan medis.
“Puji Tuhan, semuanya masih dalam kendali-Nya,” ujar Gisele dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, evakuasi besar-besaran dilakukan oleh armada gabungan, termasuk KM Barcelona IIIA, Express Bahari, Venecian, CL 9F, serta perahu nelayan lokal. Tanpa mengenal lelah, para penyelamat terus berupaya menyisir lokasi kejadian.
Tragedi ini menyebabkan empat korban meninggal dunia (tiga perempuan dan satu laki-laki), dan puluhan lainnya masih dalam perawatan maupun pencarian.
Kebakaran terjadi pada pukul 14.05 WITA, hanya dua jam sebelum jadwal kedatangan kapal di Pelabuhan Manado. KM Barcelona V sebelumnya sempat mengalami penundaan keberangkatan dari Talaud akibat gelombang tinggi.
Pemerintah daerah, tim SAR, TNI-Polri, serta warga setempat bergandengan tangan dalam misi penyelamatan ini. Dukungan dan doa terus mengalir, berharap tak ada lagi korban bertambah.
“Terima kasih Tuhan, terima kasih untuk warga, tim medis, dan seluruh pihak yang telah ikut membantu. Semoga tak ada lagi tragedi seperti ini terulang,” pungkas Gisele.















Users Today : 406
Users Yesterday : 553
Users Last 7 days : 5594
Users This Month : 7937