KUPANG – DELIKKASUS86.COM — Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat menindaklanjuti kasus pemukulan dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) yang videonya viral di media sosial. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novica Chandra, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa seluruh proses penegakan hukum berjalan transparan serta tanpa kompromi.
Dalam rilis resmi, Henry menyebutkan bahwa pelaku pemukulan adalah Bripda TT, personel Satuan Sabhara Ditsamapta, sementara perekam video adalah Bripda GP.
1. Pelaku Langsung Dipatsus, Dua Anggota Diperiksa Propam
Usai kejadian tersebut mencuat, Kapolda NTT langsung memerintahkan agar Bripda TT ditempatkan di penempatan khusus (patsus). Baik Bripda TT maupun Bripda GP kini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Bidang Propam Polda NTT.
“Bripda TT sudah ditempatkan di penempatan khusus oleh Bapak Kapolda yang berkomitmen menindak tegas segala pelanggaran yang dilakukan anggota,” ujar Henry.
Hasil pemeriksaan Bidpropam nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk sanksi disiplin maupun tindak pidana.
2. Patsus Jadi Sanksi Internal Pertama yang Diterapkan Langsung Kapolda
Henry menegaskan bahwa sanksi patsus terhadap Bripda TT merupakan bentuk ketegasan Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, dalam menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kekerasan.
“Patsus ini bukti zero tolerance terhadap kekerasan. Kami terapkan Asah, Asih, Asuh, bukan tindak kekerasan karena perbuatan seperti itu tidak memiliki tempat di lingkungan Polri,” kata Henry mengutip pernyataan Kapolda.
Polda NTT juga menjadikan insiden ini sebagai pelajaran penting untuk memperkuat pola pembinaan yang profesional dan humanis bagi seluruh anggota.
3. Pemeriksaan Medis: Tidak Ada Luka atau Memar pada Dua Siswa
Terkait kondisi KLK dan JSU—dua siswa yang menjadi korban tinjuan dan tendangan dalam video viral—Henry memastikan hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya luka atau memar pada tubuh keduanya.
Selain itu, pihak keluarga KLK dan JSU telah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada Polda NTT. Henry menyebut sikap keluarga tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap proses hukum yang tengah berjalan secara profesional dan transparan.
Dengan penanganan cepat dan tegas ini, Polda NTT menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas institusi, memastikan pembinaan yang sehat, serta memberikan jaminan bahwa setiap bentuk kekerasan tidak akan ditoleransi dalam organisasi Polri.















Users Today : 403
Users Yesterday : 574
Users Last 7 days : 5310
Users This Month : 12620