Polri Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng, Teladan Kesederhanaan dan Keteladanan Bangsa

DK86- BREAKING NEWS

JAKARTA, delikkasus86.com Kabar duka datang dari keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri, istri tercinta dari almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, telah berpulang ke rahmatullah. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Atas kepergian sosok yang dikenal luas sebagai teladan integritas dan kesederhanaan tersebut, Kapolri bersama Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar Polri dan Bhayangkari, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pernyataan resminya, Kapolri menyampaikan bahwa Polri kehilangan figur panutan yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah institusi kepolisian. Eyang Meri tidak hanya dikenal sebagai pendamping setia Jenderal Hoegeng, tetapi juga sebagai pribadi yang konsisten menjunjung nilai kejujuran, kesederhanaan, dan keteguhan moral.

“Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, melainkan pelita keteladanan yang menginspirasi kami semua untuk terus menjaga marwah dan kehormatan institusi,” demikian disampaikan dalam pernyataan duka tersebut.

Semasa hidupnya, almarhumah dikenal luas di lingkungan Polri dan Bhayangkari sebagai figur yang memberikan contoh nyata tentang arti pengabdian tanpa pamrih. Nilai-nilai luhur yang beliau wariskan menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus Polri dan Bhayangkari dalam menjalankan tugas dengan penuh integritas.

Kapolri juga mendoakan agar seluruh amal ibadah dan jasa almarhumah diterima di sisi Allah SWT serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Doa dan harapan turut dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi masa berduka.

“Atas nama keluarga besar Polri, kami mendoakan semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan,” ujar Kapolri.

Kepergian Eyang Meri meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mengenal beliau sebagai simbol kesederhanaan dan keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. *Suhadi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *