POTRET BURAM PENDIDIKAN LAHAT, Reses Dapil III Ungkap Ratusan Ruang Kelas Rusak dan Krisis Sanitasi. 

DK86- BREAKING NEWS

 

LAHAT || DELIKKASUS86.COM – Rabu 8 April 2026.” Tabir permasalahan infrastruktur dasar di Kabupaten Lahat kembali tersingkap dalam agenda Reses Tahap II Tahun Sidang 2026 Anggota DPRD Kabupaten Lahat wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) III. Kegiatan yang dipusatkan di SDN 1 Gumay Talang Lahat, untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Ulu Pandan, Gumay Talang, dan Lahat Selatan ini menjadi panggung bagi para pendidik untuk menyuarakan kondisi sekolah yang kian memprihatinkan.

 

Hadir dalam agenda krusial ini jajaran legislatif Dapil III, di antaranya.

Balkis sri, S.M.,

Tommi Pandrika, S.H.

H. Nopran Marjani, S.Pd.

Mitra Efendi, S.H.,

Kehadiran mereka disambut oleh puluhan peserta yang didominasi oleh kepala sekolah, guru, serta perwakilan instansi kesehatan dan tokoh masyarakat.

 

Darurat Infrastruktur. 715 Ruang Belajar Menanti Sentuhan. Dalam sesi wawancara eksklusif bersama tim Investigasi Nasional RI Delikkasus86.com

H. Nopran Marjani, S.Pd., memaparkan data yang mengejutkan. Berdasarkan evaluasi sarana prasarana tahun 2025, tercatat sedikitnya 715 ruang belajar tingkat SD dan SMP di Kabupaten Lahat mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga rusak berat.

 

Tak hanya ruang kelas, krisis sanitasi juga menjadi sorotan tajam. “Kami menemukan kekurangan lebih dari 400 unit WC (toilet) bagi siswa dan guru di seluruh kabupaten. Bahkan, beberapa sekolah yang dibangun sejak era 1970-an hingga kini belum menyentuh renovasi besar, mengakibatkan atap dan plafon dalam kondisi lapuk dan membahayakan,” tegas Nopran.

 

Kondisi ini diperparah dengan adanya laporan kerusakan infrastruktur akibat faktor alam, seperti tertimpa pohon tumbang dan dampak tanah longsor di beberapa titik sekolah.

 

Menanggapi carut-marut tersebut, DPRD Lahat menegaskan akan mengambil langkah taktis melalui fungsi budgeting dan pengawasan.

 

Usulan-usulan yang masuk akan disinkronisasikan ke dalam RKPD Tahun 2027 dan Perubahan RKPD Tahun 2026.

 

Skala Prioritas.Mengingat keterbatasan anggaran, pembangunan akan dilakukan bertahap dengan mendahulukan kerusakan yang paling krusial.

Target Realisasi. Perbaikan ringan akan diupayakan masuk pada Anggaran Perubahan 2026, sementara renovasi berat diproyeksikan pada tahun anggaran mendatang.

 

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, Niel Aldrin, S.E., M.AP., menyatakan telah menghimpun seluruh aspirasi terkait rehabilitasi ruang belajar, pembangunan pagar keamanan, hingga fasilitas ibadah (mushola).

“Kami meminta para kepala sekolah untuk lebih proaktif memantau kondisi fisik bangunan dan segera melaporkannya secara berkala. Data ini akan menjadi basis evaluasi kami untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai komitmen Bupati Lahat dalam menuntaskan isu infrastruktur pendidikan dan sanitasi,” ujar Niel.

 

Selain pendidikan, masyarakat melalui perwakilan desa juga menitipkan harapan terkait infrastruktur umum, mencakup:

1. Aksesibilitas melalui pembangunan jalan serbaguna.

2. Optimalisasi sistem irigasi untuk ketahanan pangan sektor pertanian.

3. Perbaikan jembatan penghubung yang terputus guna kelancaran ekonomi warga.

 

Reses ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi antara legislatif, eksekutif, dan elemen masyarakat adalah kunci utama dalam mengawal pembangunan Kabupaten Lahat yang lebih transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat.

 

Laporan Investigasi: Amir Makmun, S.T., C.I.L.J

Ketua Divisi Kaderisasi DPD AKPERSI Sumsel / Investigasi Nasional RI Delikkasus86.com.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *