Prosesi Pernikahan Adat Jawa Menjadi Ujian Praktik Yang Kreatif

DK86- BREAKING NEWS

BATANG JATENG,delikkasus86.com – Suasana lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Gringsing yang biasanya hanya rutin diisi pelajaran, tiba-tiba selama empat hari dari tanggal 9-12 Februari 2026 berubah menjadi meriah dan semarak. Lapangan yang berada di halaman tengah selama empat hari diubah menjadi ajang perhelatan prosesi akad nikah dan resepsi meriah, lengkap dengan kedua mempelai, besan, penghulu, saksi serta tamu undangan. Tidak lupa sarana pendukung seperti mas kawin, hidangan dan suvenir untuk tamu. Pelaminan juga dihias sedemikian rupa sehingga benar-benar menyerupai upacara pernikahan yang sesungguhnya. Di depan terpasang foto pra wedding kedua mempelai dengan pose mesra. Ternyata semua ini adalah ujian praktik kelas XII yang pada tahun ini mengambil tema prosesi pernikahan adat Jawa.

Prosesi dibuka dengan cucuk lampah yang mengantar mempelai pria menuju meja akad nikah. Di sini sudah menunggu penghulu, orang tua mempelai putri dan saksi nikah. Pengucapan akad nikah dilaksanakan seperti aslinya dan dilanjutkan dengan tanda tangan para saksi. Setelah itu mempelai putri dipertemukan melalui prosesi resmi seperti saling melempar daun sirih dan menginjak telur sebagai lambang kesuburan. Kedua mempelai duduk di pelaminan dan melakukan sungkeman kepada orang tua dan memamerkan buku nikah. Uniknya, para tamu yang merupakan teman-teman satu kelas juga memberi kado.

Nissa, dari kelas XII-1 yang hari itu kelasnya mendapat jatah tampil menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari ujian praktik kolaboratif untuk semua kelas XII. “Kami mempersiapkan selama satu bulan, mulai dari pembagian peran, belajar urutan prosesi upacara sampai dialog. Rias dan busana dari kami sendiri. Untuk pranatacara kami belajar dari bu Wahyu selaku guru Bahasa Jawa”, ucap Nissa.
Hal senada juga disampaikan ibu Sumi selaku wali kelas XII-1 yang mendampingi anak didiknya sejak latihan sampai praktiknya. “Saya kaget. Meskipun hanya untuk ujian sekolah tapi anak-anak bisa menghayati perannya sampai seperti di acara nikah beneran”, kata bu Sumi sambil tertawa.

Totalitas tidak hanya dari kelas XII – 1 saja tapi juga dari kelas lain. Bahkan ada yang membawa pohon pisang asli lengkap dengan buahnya sebagai hiasan. Sedangkan tenda, kursi tamu dan pelaminan disediakan sekolah dan digunakan bergantian. Kelas yang tampil tinggal menambah hiasan. “Tujuan ujian praktik tata cara adat pernikahan ini adalah untuk nguri-uri budaya Jawa yang adi luhung supaya tetap lestari”, tutup bu Sumi.

Tim Jrnalistik SMA Negeri 1 Gringsing

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *